Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

JIKA TIDAK GILA BUKAN CINTA



Cinta dari sudut pandang yang lebih tulus, lebih jujur bahwa cinta itu memang harus gila, jika tidak gila itu bukan gila. Jadi perilaku kita dalam keseharian yang sangat kita kontru seperti suami yang menolak katakan cinta kepada istrinya, sayang ada suami yang bibirnya langsung beku apabila dia harus bilang sayang, tetapi dia mempunyai anak (It’s Not Crazy, It’s Not Love). Disini kita tinjau itu dan setelah ini kita bisa menjadi lebih tulus, lebih jujur dalam memberikan hak kepada yang kita cintai untuk betul-betul tau dia dicintai, untuk betul-betul merasakan keindahan dari cinta dan kemudian bersama-sama kita membangun kualitas hidup yang lebih indah karena kekuatan cinta.


Apa penyebabnya dari kegilaan ini? Mari kita bagi cinta dalam tiga kelompok besar, karena banyak orang mencampur adukkan tiga macam ini. Ada cinta yang pertama itu adalah Romantic Love, cinta yang romantis itu lebih fisik harus bersama-sama, cinta ini yang mengharuskan kedekatan fisik yang selalu dikatakan cinta tak harus memiliki oleh orang yang tersiksa. Karena cinta yang fisik ini harus memiliki, ingin dekat aroma tubuhnya, aroma rambutnya, sentuhannya itu yang disebut Romantic Love. Romantic Love ini dikasih dari Tuhan supaya manusia mempunyai keturunan. Yang kedua adalah Friendsip Love ini yang terjadi dalam persahabatan, dalam perjuangan bersama. Romantic Love cinta yang fisik itu tidak akan bertahan dalam pernikahan kalau tidak diteruskan dengan Friendsip Love, itu sebabnya bukan dalam besarnya cinta yang melestarikan kebersamaan dalam pernikahan tetapi adalah keindahan dari persahabatan. Setelah kira-kira 6 bulan pernikahan sudah ketertarikan fisik itu sudah hampir sirna. Itu bisa dilanjutkan kalau mereka bersahabat, saling kangen kalau berpisah, berusaha menemukan hal-hal yang sama untuk disukai. Yang berbahaya adalah setelah Romantic Love itu hilang lalu masing-masing memanjakan kesukaannya sendiri-sendiri bersama teman-teman mereka yang terpisah. Yang ketiga adalah Fatherly atau Matherly Love itu kecintaan seorang ayah kepada anak-anaknya, atau kakak kepada adiknya. Dan tiga-tiganya ini tidak masuk akal, jadi kalau begitu tidak ada orang bisa hidup dengan penuh kalau dirinya, hatinya, tidak diisi dengan salah satu atau ketiga-tiga dari cinta itu.

Apa parameternya kalau kita sudah gila karena cinta? Aturan pertamanya adalah orang gila tidak tau dirinya gila. Nah orang yang sedang jatuh cinta dan gila itu adalah pendapat orang lain. Kekhawatiran orang tua yang melihat anaknya tertarik kepada wanita atau pria yang salah. Tetapi semua hal-hal hebat dalam hidup ini dibangun oleh orang-orang yang sedang In Love. Bayangkan kebanyakan drama-drama di dunia ini yang paling terkenal adalah tentang Cinta, cerita pengkhianatan paling terkejam dalam hidup ini tentang Cinta, penipuan terkejam dalam hidup ini tentang Cinta. Jadi berhati-hatilah karena waktu kita sedang dimabuk Cinta yang menggilakan itu kita tidak pernah tau. Itu sebabnya perlindungan pertama bagi jatuh cinta adalah kehidupan keluarga yang baik. Sehingga anak-anak wanita kita tertarik kepada laki-laki yang baik seperti ayahnya, dan anak laki-laki kita tertarik kepada wanita yang baik seperti ibunya. Jadi kalau dia lihat wanita yang tidak mengurusi pria, dia tidak mungkin jatuh cinta. Itu sebabnya keluarga yang betul-betul membangun ketepatan keputusan hidup, orang-orang yang membangun keluarga dengan baik, memelihara anak-anaknya dari kesealahan masa depan. Perhatikan orang-orang yang tersiksa masa tuanya, oleh masalah anak-anaknya dalam pernikahan adalah keluarga yang sering bertengkar waktu anak-anaknya masih kecil. Kalau kita bertengkar di depan anak-anak, sehingga mereka bilang olah raga rutin dikeluargaku adalah bertengkar. So Love Is Crazy tapi It’s Beatiful, kalau kita jatuh cinta kepada wanita atau pria carilah orang yang akan memuliakan kita.