Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Musik, dapat mengeraskan hati



Perjalanan-hidupku belum berhenti, aku posting ini adalah salah satu bukti bahwa Alloh SWT masih memberikan kesempatan padaku untuk menempuh perjalanan yang lebih panjang lagi, sebelumnya aku ingin mendoakan kau yang membaca ini agar masih diberi keselamatan dan kesehatan agar terus mampu menempuh perjalanan hidup dengan baik. Tapi aku juga ingin kau doakan aku agar senantiasa berada dijalan yang benar, jalan menuju surgaNya. Semoga kita bisa berjumpa dalam keadaan yang baik.

Sesuai judulnya, Musik, dapat mengeraskan hati. Maka akan kubahas dengan singkat saja mengapa demikian, dan musik yang seperti apa. Sebelumnya, apakah kau tau hati yang keras itu seperti apa? Hati yang keras adalah implikasi dari perbuatan manusia yang menolak kebenaran, jika dinasehati tak dapat masuk dalam hatinya. Hati yang keras atau bahkan sakit parah itu ketika diberi kesempatan untuk berbuat jelek akan mudah sekali terpaut. Bahkan hati akan dinyatakan mati ketika sudah tak ada perasaan di dalamnya, sudah tak adalagi sifatnnya sebagai manusia yang simpati, empati, saling tolong menolong, menerima saran, dan sabar. Dia yang memiliki hati yang seperti ini akan marah besar jika ada orang yang bicara tentang kebaikan, dia bilang sok suci lah, atau yang apalah. Iri dan dengki lebih berpengaruh terhadap dirinya.

Salah satu penyebab hati ini menjadi kasar, suram, dan keras adalah mendengarkan musik. Lalu bagaimana dengan musik islami, musik melow, musik yang klasik penyejuk hati? Sebenarnya apapun jenis musik itu, tak ada yang berbeda. Hanya musik islami yang berbentuk dakwah, sholawat, dan nasihatlah yang mampu menyejukkan hati. Yang lain tak ada. Semua membuat hati ini semakin keras. Apalagi musiknya yang keras, seperti beberapa genre yang suaranya berisik itu. Coba kau bayangkan ketika kita sedang asyik mendengarkan musik, ada seruan untuk kebaikan seperti adzan, orang tua menyuruh kita pergi ke pasar, atau ada orang lain membutuhkan bantuan kita, maka kita akan bilang ih mengganggu saja. Mungkin kau cenderung akan mendengarkan musik dan cuek dengan dalih ingin menyelsaikan satu musik penuh yang nantinya akan meneruskan hingga musik yang lain.

Mungkin kau pernah membaca salah satu tulisanku yang menyatakan bahwa aku ingin menjadi PENYELAMAT DUNIA, kalian bisa baca : http://bangkitwibisono.com/index.php?ms=222&idd=88&i=Aku%20Penyelamat%20Dunia. Disana aku menyatakan bahwa ingin memiliki jumlah anak yang banyak, lebih dari 10 yang kusebutkan, dan kepada anak-anakku kelak, tak ingin kuperkenalkan mereka kepada musik-musik, aku berniat bahkan mulai dari kandungan akan kuperkenalkan dengan lantunan ayat suci yang indah. Aku ingin mereka semua menjadi Hafidz/hafidzah.

Pada zaman-zaman modern ini, mayoritas anak muda justru jauh dari Al-Qur’an. Jangankan membaca Al-Qur’an, bahkan dengar murottal saja justru tidak mau dan lebih menikmati musik-musik yang tidak jelas.

Rasulullaah Shallallaahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda,

 “Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr dan musik.” [HR. Bukhari dan Abu Dawud]

Imam Syafi’i dalam kitab Al Qodho’ berkata,

“Nyanyian adalah kesia-siaan yang dibenci, bahkan menyerupai perkara batil. Barangsiapa memperbanyak nyanyian maka dia adalah orang yang dungu, kesaksiannya tidak dapat diterima.”

 

Lakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Perbanyak ingat pada Alloh SWT.
Libatkan Alloh SWT pada setiap tindak lakumu.

Semoga bermanfaat.