Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Cinta Itu Bukan Hanya Kata Sifat



Alhamdulillah maha suci Alloh yang menciptakan persoalan – persoalan bagi kita, yang dengan persoalan itu seharusnya kita jadi tambah ilmu, tambah pengalaman, tambah wawasan dan tambah iman.  
     
Memang ada kalanya hidup tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getirpun menjadi rasa yang tertuai.
 
Baik, aku mulai,,

Kau pernah bilang bahwa cinta itu bukan hanya kata sifat, tapi itu juga merupakan kata kerja. yahh, mungkin memang bukan kau yang mengatakan hal demikian itu, tapi diantara kalian yang membaca ini pasti sadar akan hal itu, sadar bahwa cinta itu bukan hanya sesuatu yang tak terlihat, cinta butuh bukti boi!!!. Kau tak setuju dengan pernyataanku? maka kusarankan jangan teruskan membaca jika kau tak setuju, percuma jika kau teruskan, kau takkan mendapatkan apapun selain tulisan tak bermakna.
 
Lain ceritanya jika ternyata kau sudah sepakat sejak awal bahwa cinta itu bukan hanya kata sifat, Itu kata kerja. Dan karena itu kata kerja, maka butuh sesuatu yang terlihat,Kau tidak bisa asal menyebut seseorang mencintai pasangannya bila belum ada satu bukti pun yang menunjukkan kebenaran cintanya itu. Itu sebabnya tidaklah patut bagi seorang perempuan percaya pada laki-laki yang suka mengumbar kata dan menyatakan cinta padanya jika laki-laki tersebut belum mampu menunjukkan bukti keseriusannya.

"Dan kami pasti akan menguji  kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah – buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar"       (Q.S Al baqarah : 155 )
" Apakah mereka mengira bahwa mereka akan di biarkan hanya dengan mengatakan "kami telah beriman" dan mereka tidak di uji? Dan sungguh, kami telah menguji orang – orang sebelum mereka, maka Alloh pasti mengetahui orang – orang yang benar dan pasti mengetahui orang – orang yang dusta" ( Q.S Al Ankabut 2- 3 )

Alloh SWT menguji manusia yang telah mengatakan "kami telah beriman". Dan apakah cinta itu harus ada ujiannya juga? IYA!!!. Sekali lagi kukatakan bahwa "Cinta Selalu Berjuang??", Karena hidup itu warna warni. ada  suka,  ada  juga duka, ada tertawa ada menangis. Kau dan aku akan terus berhadapan  dengan  ujian. Lalu ujian seperti apa yang hadir untuk cinta? sesuai tingkatan kemampuan seseorang dalam memikulnya, setiap manusia pasti memiliki episodenya masing-masing. Ujian untuk seorang anak kelas 3 SMA takkan sama dengan anak kelas 6 SD. Sebenarnya tak jadi masalah seperti apa ujian cinta itu datang, namun masalah yang utama adalah sikap yang akan kau tunjukkan terhadap ujian tersebut.

Apakah laki-laki itu akan tetap menjemput jika hujan badai menghadang? Apakah laki-laki itu akan terjerumus jika ada perempuan lain yang mendekatinya? Apakah laki-laki itu akan tetap sayang jika tahu ia punya banyak kekurangan? Apakah laki-laki itu akan tetap setia menunggu dalam pengabaian? Apakah laki-laki itu akan tetap berani datang ke rumah ketika mengetahui bahwa ayahnya galak? Itu ujian untuk menunjukkan apakah Cinta itu sungguh cinta atau hanya bualan belaka.

Lalu tentang niat. Ini terdengar sepele tapi sangat penting dan menentukan. Karena bagi orang yang tidak lulus ujian ini, tidak ada pahala atau kebaikan atas mereka kecuali atas apa yang mereka harapkan itu. Misalnya, jika sekarang kau berlatih bela diri untuk bersiap-siap jika tiba masanya Jihad berperang melawan Yahudi nanti, maka kau akan dapati pahala setiap kali kau berlatih. Tapi akan berbeda hasilnya jika kau berlatih hanya untuk mendapatkankan perhatian gadis-gadis. Kau tidak akan mendapatkan apapun kecuali apa yang kuharapkan.

"Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk kami menguji mereka siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya" ( Q.S al Kahfi  : 7 )

Namun Alloh SWT adalah Dzat Yang Maha Baik. Bagi kau yang terpilih, kau akan disadarkan bahwa ujianmu itu bukanlah ayng tersulit. Sebuah contoh sederhana, ketika kau kehilangan sepasang alas kakinya, sandal atau sepatu atau bahkan kaos kaki saja, pada detik itu mungkin kau merasa mendapat musibah, mungkin kau juga termasuk orang yang sering mengeluhkan ujian-ujian kecil seperti ini, namun ketika kau melihat orang yang kehilangan kakinya, tak memiliki tangannya, kau akan mampu  bersyukur. Kenapa? Karena jelas kau hanya hanya kehilangan alas kaki saja, sementara saudaramu kehilangan kaki yang tidak ternilai harganya. Ketika itu juga kau mendapatkan kekuatan untuk menempuh ujianmu. Begitupun masalah ujian cinta. Yang harus terus kau yakini bahwa getirnya cinta, tidaklah menandakan rahmat Alloh telah sirna, perihnya ujian cinta, bukanlah isyarat bahwa kemurkaan Alloh sedang menggelayuti kehidupan ini. Sebaliknya, getir dan perihnya rasa cinta yang kau rasakan dapat menjadi tanda bahwa Alloh sedang menguji seperapa besar cinta untuk cinta. Dan atau mungkin Alloh sedang menghapus dosa, karena ada dosa yang tidak bisa di hapuskan kecuali oleh rasa getir dan perih. Ada  dosa  yang tidak  bisa terhapus hanya oleh air mata penyesalan. Ketika pedihnya terasa, disanalah dosa akan terampuni.

Bila air dari gelas tumpah, apalah perlunya pikiran dan hati tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan berlarut-larut. Biarlah semuanya terjadi sesuai dengan ketetapan Alloh. Kuatkan pikiranmu untuk mencari air yang baru. Dengan demikian, Insya Alloh tumpahnya air akan menjadi keuntungan karena kau mendapatkan pahala sabar serta pahala ikhtiar. Apa yang memang menjadi jatahmu di dunia, entah itu Cinta, rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Alloh sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milikmu, kau takkan pernah memilikinya. Meski kita mati-matian mengusahakannya, bahkan meski kau nyaris mendapatkannya.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh. (Kami jelaskan  yang  demikian  itu)  supaya  kamu  jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Alloh tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)

Kau ingat puasa kan? coba tengok manusia beriman yang puasa, dia menahan lapar dahaga sehari penuh, namun saat berbuka, akan terasa sangat nikmat air putih meskipun tanpa gula. Mari kusarankan kau berpuasa dulu, tahan saja dulu semuanya. Karena akan terasa nikmatnya ketika kau berbuka. Kau paham maksudku kan? Hari ini, beberapa gadis muda juga sedang diuji niatnya. Contohnya saja Mbak rina. Sebenarnya sudah berjilbab sejak awal SMA dan alhamdulillah sampai kini mau wisuda belum pernah melepas jilbabnya kalau keluar dari rumah. Tapi hari ini Alloh ingin menguji niat berjilbab Mbak rina dengan menjadikan jilbab menjadi tren fashion. Alloh mau lihat Mbak rina membuktikan bahwa niatnya selama ini berjilbab adalah ikhlas karena tuntutan agama bukan karena alasan fashion yang sedang naik daun semata. Ternyata niatnya murni. Saudariku Lulus!!!.

Jadi kau coba lihat pada dirimu, jauh didalam hatimu, siapa yang sebenarnya mencintaimu, siapa yang sebenarnya kau cintai, Cinta itu Kata kerja, dan cinta itu butuh bukti. Apakah orang yang mencintaimu itu tetap bertahan dalam cobaan apapun? Atau justru kapok? Lalu Apa niatmu akan berubah ketika banyak orang yang mengejekmu karena hijabmu kemudian kau tak mengenakannya karena takut diejek teman-teman? Apa kau mau menerima suap karena takut dipecat? Ayolah teman-teman, kita sama-sama tau cinta seperti apa yang kita butuhkan, kita sama-sama tau cinta seperti apa yang kita miliki, jika kau pria dan kau benar-benar mencintainya, buktikanlah, datangilah orang tuanya. Dan jika kau wanita, dan kau anggap ada pria yang benar-benar mencintaimu, maka mintalah ia untuk segera datang ke orangtuamu. Dan jika kau menjalaninya dengan cara yang salah, kau tau maksudku kan? biar kuperjelas, Jika kau masih saja mendukung gerakan pacaran sebagai wujud pembuktian cinta. Maaf, kau belum lulus ujian, dan kau akan tinggal kelas.

Kau dan aku seperti anak panah, dan siapa busurnya?
busurnya adalah orang2 yang mengajari kita, orang tua, guru, senior, atasan, sebut saja semaumu.
lalu siapa sang pemanahnya? Dialah Yang Maha Tahu kemana anak panah akan diluncurkan.
                                                                                               
sama sepertiku, kau hanya harus terus melaju.
didepanku, dibelakangku, disampingku. terserah, kau bebas