Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Perbedaan?



“Assalamu’alaikum Abi….Alvino neh”
“Wa’alaikum salam warahmatulahi wabarakatuh….masuk..masuk!”
Abu Raihan mempersilakan Alvino duduk di teras rumahnya, hari masih sore. Abi demikian Alvino memanggilnya. Abu Raihan adalah mentor di SMAnya pun guru Biologinya.  Beliau adalah sosok guru ideal, minimal dimata Alvino and the gang.  Dibina 3 tahun oleh beliau membuat keakraban seperti dg sahabat, kadang seperti ortunya namun bisa tegas bagai jendral ke prajuritnya. Alvino & temen2nya menyukainya…..bahkan mengidolakan selaku pendidik.  
Sore itu Alvino datang, masih lengkap dg rangsel di punggungnya. Wajahnya masih kusut & berdebu. Dari Jogya langsung ke Merpati 24, rumah gurunya, Abu Raihan.  Tak seperti biasanya, rautnya tegang, matanya merah dan tingkahnya gelisah.
“ Ada masalah apa? Belum mampir ke rumah ya, pasti ibu sudah kangen tu…” sapa Abu Raihan. Beliau hafal benar dg mantan anak didiknya, walau sudah 7 tahun lebih mereka meninggalkan kota ini.  Namun komunikasi tetap jalan.  Sekarang lebih mudah, ada milis, FB & sms. Setiap tahun ada kumpul bareng saat Idul Fitri, walau mereka sudah menyebar ke kota lain untuk menuntut ilmu.
” Saya lagi pusing neh Bi....BT banget”
” Ya sudah....sana bersih2 dulu, sekalian sholat kalau belum”
” Sholat sih udah. Kok sepi Bi? Raihan & Zahra kemana?” tanya Vino saat masuk ruang tengah mau ke kamar mandi..
” Ummi sama anak2 keluar. Maghrib nanti baru pulang”
  Alvino sudah seperti anaknya, diapun akrab dg Raihan & Zahra.  Raden Alvino Kusuma Hadiningrat, anak tunggal keluarga Kusuma Hadiningrat  bangsawan dari Parahyangan.  Dia adalah salah satu binaanya yg istimewa, kritis, sering punya ide2 cemerlang & mempunyai jiwa pemimpin serta sangat begitu dekat dgnya melebihi ortunya.  Hampir tak ada masalah yg tak diketahui Abu Raihan bahkan untuk hal2 yg pribadi, Alvino begitu terbuka.  Saat dia mau kuliah di Jogya sempat bersitegang dg ibunya yg mengingnkan ke Bandung, dekat dg neneknya.  Tapi Alvino kekeh ingin ke Jawa, biar ada wawasan budaya katanya saat itu.  Abu Raihanlah yg mengakurkannya, sampai Alvino diterima di Elektro-UGM.
” Gimana sudah fresh kan, sini minum teh dulu”
” Makasih ....Abi tahu aja kalau Vino haus”
” Nah sekarang apa yg membuat Vino BT?”
” Vino lagi bete begete ama guru ngaji yg sekarang. Sebenarnya masalah ini sudah 6 bulan yg lalu tapi saat itu Vino mencoba untuk menyelesaikan sendiri, ya belajar dewasalah. Namun kok makin runyam.” ucap Vino mengawali curhatnya.
” Baguslah biar Vino juga mandiri”
” Sebenarnya saat itu Vino mau curhat, tapi keburu dengar Abi Masuk RS...jadi ya Vino ga mau menambah beban Abi. Enam (6) bulan yg lalu Vino dipindah ngajinya. Ga tahu kenapa, selidik punya selidik ternyata karna Vino menolak calon yg diajukan beliau. Bagi Vino sih ga masalah, malah bisa buat tambah wawasan dg lingkungan baru.  Tapi 2 bulan kemudian Vino ditarik kembali.  Abi tahu kan 3 bulan kemarin Vino ta’aruf dg akhwat. Vino hanya crita dg Abi & Ali, sahabat Vino. Karna ini juga tahap proses sehingga Vino belum ngomong ke temen2 lainnya termasuk ustadz Vino. Baru sebulan yg lalu setelah ada lampu hijau dari sang akhwat Vino lapor ke guru Vino. Tapi justru ini yg jadi masalah. Guru Vino marah karna ga dilibatkan dari awal. Beliau bilang ga mau bertanggungjawab kalau ada apa2 nantinya.  Dan lebih marah lagi saat tahu siapa calon Vino. Beliau akan memboikot pernikahan Vino nantinya”
” Boikot? Emang dia yahudi?” tanya Abu Raihan heran.
” Ya enggak bi....mana ada Yahudi di sini. Dia orang Purbalingga-Jateng.”
” Yahudi itu sifat & karakter, bukan ras. Bukankah dia sudah sesuai kriteria calon istri dalam islam, yaitu agamanya baik.  Terus kenapa mau diboikot?”
” Mungkin karna beda bi..”
”  La kalau sama kan malah haram....sama jenisnya” canda Abi.
” Beda gerakan bi......beda ngajinya.”
” Wah malah bagus itu......bisa menambah wawasan & fastabiqul khoirat”
” Ya itu masalahnya.......Vino juga ga ngerti, apa jodoh kita harus ditentukan oleh guru ngaji kita.  Harus menerima calon dari beliau, walau kita ga suka. Harus menikah dg orang yg satu pengajian. Kasusnya sama dg sahabat Vino , walimahnya diboikot guru & temen2nya karna menikah bukan dg pilihan ustaznya.  Teman grupnya sebenarnya mau datang tapi mereka masih sungkan dg ta’limat gurunya yg akan mengiqob siapa saja yg datang di walimah tersebut..  Akhirmya mereka hanya kirim sms.  Sekarang sahabat Vino vakum ngajinya & benci dg gurunya.  Vino ga pingin seperti itu.”
’ Vino sudah istiharoh  & mencari informasi sebanyak2nya ttg dia kan?”
”  Sudah bi...sesuai saran Abi.  Dan hasilnya Vino mantap dg dia”
” Sudah ngomong dg ibu?”
”Vino baru bilang ingin menikah.  Beliau Cuma berpesan agar calon Vino seiman, baik, cinta sama Vino & keluarga.  Dan menyerahkan sepenuhnya ke Vino. Kalau calonnya bisa membahagiakan Vino & Vino mencintainya. Ibu akan merestuinya, katanya saat itu. Sekarang baru mau bilang  ttg calon Vino”
” Ok-lah kalau begitu.  Kalau ibu sudah merestui & Vino sudah mantap, tunggu apalagi?  Oh iya...punya foto dia?” tanya Abi.
”  Ini bi.....” jawab Vino seraya menyerahkan selembar foto.
” Lo.. semuanya?”
”  Ya enggak lah bi...... masa empat2nya, nanti abi ngiri lagi  Itu akhwat yg pakai gamis biru berkacamata”
” Ooh.....masih jamil-an Rini, calon ke-3 yg kau tolak” canda Abi.
” Tak tahulah....kenapa Vino terpesona dg pandangan pertama, walau hanya di foto.  Tapi bi....saat ta’aruf kemarin aslinya lebih ok. Trus gimana kalau beda ngajinya bi?”
” Ada masalah? ”
” Saat ini sih belum.  Kita sudah tahu semuanya & berusaha untuk komitmen agar bisa bersinergi nantinya. Bekerja sama untuk hal-hal yg disepakati & toleransi untuk hal yg berbeda dalam masalah2 ijtihadiyah. Senior Vino juga ada yg begitu....sampai saat ini kelihatannya ga masalah, malah tambah semangat dalam mengkaji Islam & sering diskusi di rumah.  Vino ingin seperti mereka.”
” Memang ....menurut abi.dalam pernikahan sebaiknya sekufu walau tidak harus.  Namun kalau memang tidak itu bisa diatasi dg komunikasi yg baik & komitmen bersama.  Soal pemahaman keislaman itupun harus dikomunikasikan agar ga terjadi misunderstanding & miskomunikasi.  Selama Allahnya sama, Rosulnya sama & kitabnya sama......Abi pikir ga masalah.  Asal ya itu  komunikasi & komitmen yg baik untuk bisa saling mengisi, membagi kelebihan & menutup kekurangan untuk sama2 menggapai ridho Allah.  Walau ngajinya beda pasti ada titik temu, cari yg sama jangan korek yg beda.  Bismillah aja !”
” Terus masalah dg ustaz Vino gimana?”
” Bicarakan baik2.  Insya Allah beliau bisa memahami.  Kalau enggak.....Vino punya hak untuk pindah mencari guru yg lebih bijak.  Insya Allah masih banyak kok”
” Wah...kalau abi di sana....Vino minta ngaji lagi dg Abi ”
” Ngajilah dg siapa saja.  Saat kita sudah terbentuk dg blue print keislaman yg baik, makin banyak kita ngaji dg berbagai guru dari berbagai kalangan & pemahaman selama masih dalam koridor yg benar, akan menambah wawasan kita & kita akan lebih arif saat memandang suatu masalah.  Ga hanya memandang dari satu sisi/pendapat saja.  Silaturahim kita juga lebih luas. Ukhuwah juga bisa ditingkatkan.  Pendapat kita benar tapi ada kemungkinan mengandung kesalahan, pendapat anda salah namun bisa jadi mengandung kebenaran, begitu kata Imam Syafi’i.  Para Imam walau berbeda pendapat mereka tetap menjalin silarurahim & ukhuwah dg sangat baik, ga secara politis saja.  Bahkan mereka ga merasa malu  atau rendah jika harus memakai hujjah para imam yg lain selama memang hujjah itu lebih kuat dibanding dg pendapatnya sendiri.  Pendapat/hujjah yg kuat itulah hujjahku, begitu pedomana para Imam madzab.  Ini bisa kita teladani”
” Jadi......”
” Ya mantapkan hatimu.... dg memohon petunjuk dari Allah” sahut Abu Raihan.
” Ok deh Bi...... Vino pamit dulu, mau ngomong dg ibu.  Doain semoga semua lancar. Insya Allah tahun ini juga Vino mau mengakhiri masa lajangnya.”
” Amin...”
” Assalamu’alaikum”
” Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh...”

Ditatapnya punggung Alvino yg sudah sampai di halaman depan. Seraya tersenyum Abu Raihan mengenang 10 tahun silam..