Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Teman Hidup



Kadang kala saat ku lelah, ku mencari siapa yang akan menjadi penyemangatku.
Kadang disaat penat, ku mencari siapa pencair dinginnya es yang membeku dalam otak kananku.
kadang pula disaat senyum yang tak tampak barisan putih itu, ku mencari siapa yang akan ku ajak tertawa.

Dalam perjalanan yang sangat jauh
Ku temukan dirimu di dini hariku.
ku mendengar sayup suara parau yang mampu membuatku tenang, nyaman, dan begitu berarti tentang hari hariku.
Mungkin kau yang disana tak tahu apa yang ku persiapkan.
Tak tahu apa yang aku lantunkan dalam sujudku..
Ku sudah sangat lama mencarimu..

Aku masih terlalu kecil dan masih terlalu buruk untuk kamu saat ini.
Hal ini.. rasa ini.. apakah masih tak dapat kau lihat??
Tengoklah sejenak wahai teman hidup yang lama ku cari..
Kita hidup dengan banyak peluh tuk membenahi diri dan mengharapkan agar Doa Yang Maha Tahu membisikkan kita siapa yang menjadi teman dalam dakwah, teman dalam mencari ridhoNya, teman dalan sujud di sepertiga malamNya.

Aku tak ingin kehilangan kamu
Kamu salah satu bagian yang berarti dalam goresanku.

Dosa yang tak terhitung
Ubahan diri yang berupaya dalam kesempurnaanNya
Begitu dingin hingga ku tak mampu berkata
Rahang ini rasanya begitu kaku untuk berucap

Wahai teman hidupku yang tertera dalam Lahul MahfudzNya
Ketahuilah aku menjaga semua tanpa kau ketahui
Ketahuilah aku terbangun dimalamNya untuk berharap akan keridhoanNya untuk kita dipertemukan dalam kesempurnaan

Jantung yang berkarat akan kembali seperti semula jika kamu mau membasuh dengan air wudhu dan meletakkan diatas sajadahNya

Jika itu yang ada.
Ku temukan irama kehidupan yang sama yang ada pada dirimu..
Ku ingin berkelana tuk temanimu dalam jalan dakwahNya
Ku percaya padamu..dalam egomu masih tersimpan jelas bahwa niat itu masih rapi..


Mencari kebenaran bersama
Membenahi dengan dzikir dan menundukkan pandangan tuk menjaga semuanya..
Memulai perjalanan dengan merangkai tujuan Sang Pencipta..
Tak ingin kembali dimasa kelam.
Kita terdiam tak berarti beku..
Hanya butuh sejenak untuk menenangkan wajahmu wahai teman hidupku.
Janganlah berteriak..
Tersenyumlah...
Dan aku menantimu selalu dalam dering dini hariku..