Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Aku dan Keakuanku



Malam ini, malah sejak malam-malam yang kemaren, aku termangu, seolah ingin tergugu. Salahkah? kupikir tidak, Menetesnya, keluarnya aer mata bukan berarti cengeng kan ya? Tapi tenang saja, aku tak tega membiarkan diriku dalam keadaan yang seperti itu, aku yakin tanpa menangis harusnya aku ini bisa lebih baek lagi. Tapi sebenarnya saat aku menuliskan ini, akupun juga berhati janggal, tak tenang. Butuh sesuatu yang laen, Butuh suntikan yang luar biasa.

Diawal aku sudah pernah bertanya, dan saat ini masih dengan gaya yang sama, aku ingin mengulang pertanyaan yang sama.
Kau tau aku?
Kau Kenal Aku?
Ahhh, yakin kau tak kenal aku?
Akan kuberitahukan secara singkat saja, Namaku Bangkit Wibisono. Keren kan? Pliss jangan tertawa, postingan kali ini aku sedang ingin serius, ini menyangkut pribadi, diriku sendiri saja, tapi tak menutup kemungkinan ini juga terjadi padamu. Mungkin jika sekedar nama saja kau sudah tau siapa aku, tapi secara detailnya? percayalah, kau tak tau apapun, bahkan aku saja yang menjadi satu dengan diriku tak tau sia[a aku. Aku yakin salah satu dari kalian yang membaca ini pernah keluar dari diri sendiri. Seolah keluar dari pribadi ini lalu mengamati detail dari diri sendiri, kurang dan lebihnya akan terlihat. Tapi jika kau belum pernah mencoba, cobalah sesekali, kau akan tercengang melihat kenyataan akan dirimu, sama seperti aku saat pertama kali melihat detail dari diriku, pada saat itu kutemukan bahwa diriku ini adalah MANUSIA YANG BOBROK!!!

Beberapa waktu yang lalu aku keluar dari diri ini, kembali melihat-lihat apakah sudah ada perkembangan yang signifikan dari sejak terakhir kali aku bercermin. Tapi nyatanya? AKU MASIH BOBROK!!! Meskipun sudah beberapa kali aku mengamati detail dari diri ini, aku masih saja belum paham siapa AKU? pada saat yang sama, justru aku merasa kecewa pada diriku sendiri, aku MARAH padaku. Aku katakan pada diriku sendiri bahwa

- Kau terlahir di dunia ini sebagai bayi kecil berjenis kelamin laki-laki
- Kau tumbuh besar atas didikan dari orang tua, yang akhirnya didikannya malah sering kubalas dengan sebuah kata "KECEWA"
- Hitunglah, berapa kali kau mengecewakan orang-tua? percayalah kau takkan mampu menghitngnya, tapi kupastikan lebih dari ribuan kali kau mengecewakan mereka. :'(
- Lalu, berapa banyak budi baek orang tua terhadapmu??? Tak Terhitung Jumlahnya!!!
- Berapa banyak budi yang sudah kau balas??? Tak ada Sama Sekali!!! NOL!
- Lantas???
- Berapa kali kau melanggar aturan? BANYAK!!!
- Aku tau kau pernah melakukan banyak kesalahan.
- Aku juga tau kau hanyalah seorang pembohong.
- Aku tau benar bagaimana kau pernah menjadi seorang penghianat.
- Aku tau bahkan kau masih sering bermaksiat bukan?
- Aku yakin kau tau semua itu salah, aku yakin kau tau mana yang baek dan yang buruk.
- Lalu kenapa masih kau lakukan?? Ini yang aku tak tau.
- Kapan kau mau berubah?
- Kapan kau mau shalat?
- Kapan kau mau mulai belajar berpuasa?
- Sejauh mana tadarusmu?
- Sedekahmu?
- Budi Baekmu seperti apa?
- Kapan kau hendak ke tanah suci?
- KAAPPAANN??? ENTAHLAH!!!
- Masih banyak kan ternyata tugasmu?
- Jangan omongannya doang yang digedein!!!
- Aku tau, tau betul bahwa kau sudah berniat untuk berubah total.
- Tapi mana buktinya? Nyatanya? Cihh,, Niatmu seolah hanya mainan.
- Ayolaahh Nak, jangan terus-menerus jadi orang yang bodo, ngaku jenius tapi kau jadi orang yang merugi.
- Bagaimana jika esok hari kau mati?
- Bagaimana jika setalah posting ini kau mati?
- Sedangkan kau tidak dalam keadaan yang baek.
- Kau sedang dalam keadaan yang sungguh begitu BOBROK!!! Kau tau benar mana yang baek dan yang salah, tapi nyatanya kau hanya sekedar tau saja, Penerapannya?? NOLL!!! Kaya orang bodo, Kau rugi banyak Nak.
- Aku yakin kau berpikir tentang itu.
- Aku mau tanya lagi, Sudah buat target ramadhan tahun ini? Belum kan?
- Sudah berapa ayat yang kau lantunkan rutin? Ndak ada kan?
- Katanya ingin membawa perubaan.
- Bagaimana mungkin bisa membawa perubahan jika kau saja belum berubah?
- Katanya mau jadi pemimpin besar.
- Bagaimana mungkin bisa menjadi pemimpin jika memimpin diri sendiri saja ndak becus.
- Mau seterusnya jadi pemimpi??
- Mau seterusnya jadi Sampah??
- Berubahlah nak, ndak mau kan kekal dalam kehidupan yang penuh hukuman dalam kehidupan selanjutnya?
- Neraka lloh bro, Kekal Lloh Bro, Jangan sampe nyesel diakhir.
- Jujur saja aku marah.
- Kau terlalu mengecewakan banyak orang.
- Kau pernah diberi kesempatan.
- Kau pernah diberi amanah.
- Kau pernah di beri tanggung jawab.
- Bahkan hingga kini kau masih diberi kesempatan untuk memikul semua itu di pundakmu. Pundakmu terlalu kecil? ITU BUKAN ALASAN!!!
- Apa ndak takut akibatnya? kalo ndak bisa menjaga amanah, kalo ndak bisa memegang tanggung jawab.
- Mau sampe kapan hidup rusak?
- Mau sampe kapan hidup BOBROK?
- Kapan mau berubah jadi baek?
- Kapan bisa istiqamah?
- Jangan seperti kemaren-kemaren.
- Sehari Baek, Sebulan Maksiat. Rugi bro, Asseli.


- Rabb, Kaulah Yang Menciptakan laki-laki ini, Kasihanilah dia, bantulah hambamu yang lemah ini, berikanlah Izinmu agar dia selalu dekat denganMu. Rabb, Ketika nanti dia sudah berubah dan sudah bisa mulai istiqamah berjalan di jalanmu, hamba meminta satu hal. "MATIKANLAH DIA". Tapi Ya Rabb, hamba juga memohon jangan dulu Engkau matikan ia jika tidak dalam keadaan baek. Terimalah amalannya sekecil apapun yang ia kerjakan. Ampunilah dosanya, Maafkan kesalahannya. Hamba yakin ia mau berubah, ia ingin berubah. Tapi ya Rabb, semua itu butuh IzinMu, maka mudahkanlah ia untuk berubah kearah jalan yang Engkau tentukan.

- Dan kau!!! kau juga harus meminta kepadaNya agar niatmu tu dilancarkan.
- Agar Istiqamahmu itu dimudahkan.
- Jangan Sombong!!!
- Jauhi Riya'
- Sering-sering kau temui aku, Bercerminlah.
- Bissmillah, Perbanyak Dzikirnya, Shalawatnya, Setiap detik dalam keadaan apapun ingat Alloh SWT.
- Siapapun yang membaca ini, bantulah laki-laki ini untuk berubah menjadi lebih baik lagi,
- Dia butuh banyak sahabat lahir batin.
- Aku cukupkan. Meski sebenarnya masih banyak pesan yang harusnya aku sampaikan.

 

Dan kudapati kenyataan saat aku kembali kepada diriku sendiri, mata ini berair, ya, ada banyak rasa takut yang timbul akibat ocehan dari sisi lainku, aku takut tidak dapat menjaga amanah yang telah diberikan. Sesak rasa didada, ada banyak pesan yang masuk melalui rongga pernafasan hiingga bahkan tak dapat kukuasai.
Tidak cukup hariku bertanya tentang aku, masih ada jalan panjang dan garis lurus untuk mengetahuinya dan kau tidak akan pernah tahu hingga kau tiba disini.