Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Zona Nyaman?



Kamu Yakin Kamu Benar-Benar Bahagia Dalam Zona Nyamanmu?. Berkutat Di Zona Nyaman Sama Dengan Menyulitkan Dirimu Sendiri. Zona Nyaman Menutup Kesempatanmu Untuk Tumbuh Dan Berkembang.

Mayoritas dari kita pasti sudah akrab dengan nasihat-nasihat yang mengatakan bahwa kita harus keluar dari zona nyaman.  Tapi sebenarnya pada saat seperti apa sih kita sudah masuk ke dalam zona nyaman?  Lalu kenapa juga ya zona nyaman itu dikatakan bahaya buat kita?

Semua orang bekerja dan berusaha, pastinya untuk mencapai suatu level kenyamanan yang diinginkan, benar? Tapi sayang nya, ketika zona nyaman yang diinginkan itu tercapai, mereka stuck di situ, terlalu merasa nyaman, sampai tidak menyadari kalau sebenarnya, dia berhak dan bisa merasakan zona nyaman yang lebih besar lagi.

Bukan maksudnya rakus ya, tapi gini, ketika zona nyaman itu sudah dirasakan, biasanya kita jadi merasa tidak perlu untuk belajar lagi, tidak perlu untuk mencari tahu lebih banyak lagi, padahal… siapa tau kan sebenarnya diri kita bisa menjadi yang lebih baik dengan mau belajar lagi ? Siapa tau sebenernya banyak kesempatan bagus di luar sana yang menunggu kita?

Berada di zona nyaman yg sama terlalu lama bikin kita jadi ga bisa bereaksi positif jika terjadi perubahan, dan juga bisa bikin kita jadi ga bersemangat, merasa bosan, jenuh, karena tidak ada tantangan. Kalau udah gini, gampang bad mood, efek jeleknya merembet kemana2 deh tuh.

Contoh nyatanya gini, sejak saya bisa menghasilkan uang via internet, saya merasa nyaman sekali bekerja di rumah, ya siapa yg ga mau sih, bisa tetep di rumah, deket sama anak2, penghasilan tetap ada.

Bertahun2 saya terlena di zona nyaman tersebut, saya terlalu merasa puas dengan apa yang saya hasilkan saat itu, yang mostly… berupa materi.

Tapi ya, hidup ini kan tidak melulu masalah materi kan ya?

Sampai suatu saat di tahun 2009, saya memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman (comfort zone) saya. Waktu itu sih yang bikin saya memaksa diri mencoba adalah karena saya tau kalau saya bisa meningkatkan kualitas diri saya dengan memberikan training offline.

Dengan berat hati, dengan sedikit terpaksa, saya mulai berkegiatan offline tuh, ngajar secara offline, ga sering2 sih, 3 bulan sekali aja udah bagus deh tuh…. Awalnya emang rasanya ga comfortable banget, melakukan sesuatu yg baru, yg sebenernya ngga saya inginkan, saya hanya ingin, untuk menjadi lebih baik lagi, baik bagi saya, keluarga, maupun orang lain.

Dan ternyata, yang awalnya saya tidak mengejar apa2, dengan keluar dari zona nyaman saya (kegiatan hanya online), saya bisa merasakan kepuasan dan bahagia yang lebih banyak lagi.

Saya jadi merasa hidup saya lebih berharga, itu yang terpenting kan?
Secara tidak langsung, rasa senang itu memberikan efek positif ke mana2…

Katanya sih, kalau kita mau mencapai sesuatu yg luar biasa di hidup ini, musti berani belajar keluar dari zona nyaman kehidupan, di level apa pun itu..

Musti selalu mencoba memberikan yg lebih baik, menyebarkan hal2 yg lebih baik, dan tentunya, menjadi lebih baik.

Biasanya, yg bikin susah keluar dari zona nyaman itu adalah rasa takut, terutama, takut gagal… tapi ya gimana kita mau tau hasilnya kalau ngga nyoba? Terus juga, tekanan dari lingkungan, yang sering kali menahan diri kita untuk maju.

Buat teman2 yang mungkin belum pernah mikirin soal comfort zone ini, misalnya, udah puas dengan gaji bulanan dari kantor, udah enak dengan ngurus anak2 dan suami, atau mungkin sudah senang dengan satu bisnis yang sukses, coba deh pikir2 lagi, apakah kemampuan diri sudah mentok di situ? atau bisa dikembangkan lagi?

Jadi? Comfort Zone itu teman atau lawan? Sesuatu yg di inginkan semua orang, namun dapat menahan kita menjadi manusia yg lebih baik?

“Get out of your comfort zone, that’s where the opportunities are”