Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Semua Wanita Butuh Kepastian?



Perempuan, apalagi yang perasaannya pernah digantung oleh seorang PHP (pember harapan palsu), pasti sangat mengerti kalau tak ada janji apapun yang bisa mengakhiri ketidakpastian kecuali akad nikah. Perempuan, apalagi yang sudah tidak lagi bisa disebut 100% perawan, pasti sangat mengerti kalau nasib mereka tidak akan jauh berbeda dengan Wanita Habis Manis Sepah Dibuang jika ia tidak segera memaksa si laki-laki datang dan menikahinya.

“Singkatnya, tidak ada perempuan berakal yang tidak ingin segera menikah.”

Masalahnya adalah tidak semua laki-laki merasa perlu untuk segera menikah. Mengapa ia harus buru-buru menikah jika dari pacarnya ia bisa dapat apa harusnya ia dapatkan nanti? Mengapa ia harus buru-buru menikah jika itu hanya akan menambah daftar pengeluarannya? Mengapa ia harus buru-buru menikah jika ia tidak lagi bisa bebas bermain kesana kesini?

Untuk itulah sebelum memulai suatu hubungan, seorang perempuan perlu bertanya seberapa serius laki-laki yang datang mendekatinya. Apakah ia hanya ingin datang, sedikit bermanis-manis kemudian pergi? Apakah ia ingin merasakan indahnya cinta tapi tak cukup jantan untuk memberi kepastian dan bertanggung jawab penuh? Atau ia memang laki-laki yang setia dan tulus dalam cinta dan sanggup memberi rasa aman yang perempuan butuhkan?

Tidak berhenti sampai disitu, setelah berada dalam sebuah hubungan pun seorang perempuan dituntut untuk mampu menjaga posisi tawarnya. Coba pikir, apa seorang perempuan masih bisa minta dinikahi jika ia telah menjual seluruh asetnya di hari Valentine? Tidak kan? Itu sebabnya tidak seharusnya seorang perempuan betah berlama-lama pacaran.

Pertanyaan adalah, bagaimana cara memaksa laki-laki untuk segera datang dan menikahi?