Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Pemimpin Tingkat 1



Ada kalanya orang bodoh sok pintar, org pintr sok bodoh, bahkan ada yang bukan orang tapi mengaku sebagai orang. Hidup ini juga sepertinya adalah sebuah permainan Illahi yang memang dengan sengaja Dia membiarkan semuanya tak jelas. bukan game plant vs zombie. Tapi game yang tak terhingga kalilipat lebih keren dari itu.

Kebanyakan kehidupan adalah tentang bagaimana kita bertahan terhadap eksistensi kita sebagai manusia. Perhatikan rantai makanan : Elang memakan ular, ular memakan kodok, kodok memakan nyamuk, dst-nya. Perhatikan kehidupan manusia : persaingan berebut uang dan makanan persaingan dagang, persaingan ekonomi, persaingan di tempat kerja, persaingan berebut pengaruh, perebutan kursi kekuasaan, eksploitasi tenaga kerja, penipuan, perampokan, korupsi, peperangan, dll. Saling menyakiti, saling membenci, saling menyalahkan, dll. Semua berebut kursi kekuasaan, semua berebut kursi kepemimpinan. Ada hal penting yang telah dilupakan dalam peradaban ini, hal sepele yang menjadikan siklus hidup ini menjadi berantakan. Tidakkah sadar bahwa setiap individu merupakan seorang pemimpin, setidaknya kita adalah seorang pemimpin bagi kita sendiri, ibu adalah seorang pemimpin bagi anak-anaknya, bapak adalah pemimpin bagi keluarganya, dst. lantas kenapa saling berebut kursi kekuasaan tertinggi? tak sadarkah bahwa selalu ada langit diatas langit.

Apa akibatnya ? Akibatnya hukum yang dominan dipakai adalah hukum rimba. Pemangsa dan yang dimangsa, pemanipulasi dan yang dimanipulasi, yang menyakiti dan yang disakiti. Untuk bisa selalu bertahan dalam hukum rimba, kita harus punya ego yang besar. Karena itu ego kita sebagai mahluk semakin hari semakin besar dan semakin besar.

Kita bisa mencintai orang lain tanpa memimpinnya, tapi kita tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintainya.  Hal ini menggambarkan tentang seorang pemimpin yang harus dapat berhubungan dengan orang lain secara baik, seorang pemimpin tidak bisa hanya menunjukkan prestasi dan hasil kekuasaannya yang luas saja, namun dia harus bisa mencintai dan dicintai orang lain, hal ini tidak bisa dilewatkan, apabila hal ini dilewatkan, maka takkan ada lagi orang lain yang mencintainya. 

Pada hal ini sifat kasih sayang sangatlah penting, berusaha agar mampu menanamkan inner beauty  yang begitu memukau dan tanpa cacat. Hal ini akan membuat pengikutnya merasa senang berada di dekatnya karena merasakan sebentuk perhatian yang tulus. Jadilah Pemimpin yang dicintai dan mencintai.