Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

What Is Your Focus



Tersebutlah Sebuah Kisah tentang seorang ibu dan anaknya yang baru berusia 7 tahun dan memiliki kusukaan terhadap ikan bandeng goreng. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ikan bandeng ini adalah ikan yang sangat lezat dengan banyak tulang-tulang halus di dalamnya. Hal ini sangat berbahaya bagi si kecil, dan karenanya sang ibu selalu memisahkan daging dan tulangnya kemudian diberikan kepada si anak.

Pada suatu ketika sang ibu tidak tidak memisahkan daging dan tulang ikan bandeng tersebut, sang ibu langsung saja memberikannya kepada si anak dengan tujuan sang anak mau belajar untuk memisahkan tulang dari daging dengan tangannya sendiri.  Sekian lama si anak berkutit dengan ikan bandeng tersebut untuk bisa menikmatinya dengan nyaman, ia akhirnya menyerah dan putus asa terhadap pekerjaannya. Si anak menghampiri ibunya dan mengadu pada Sang ibu atas keluhannya.

"Tidak bisa bu, aku nggak bisa makan, susah memisahkan tulang dari dagingnya" Ujar si anak.

Sang ibu menjawabnya "nak, cobalah kamu lihat lebih banyak mana antara tulang dan daging dalam ikan bandeng tersebut?"

"tentu lebih banyak dagingnya bu, ibu juga tau itu kan"

"nah, kamu tau bahwa dagingnya lebih banyak dibanding tulangnya, lalu kenapa kamu tidak bisa? Itu karena kamu terlalu berfokus pada tulangnya, dan tidak berfokus pada dagingnya."

 

Mungkin kalian juga pernah mendengar kisah diatas, bagi kalian yang sudah tau kisah tersebut saya hanya mengingatkan bagaimana pentingnya "fokus". Orang-orang yang berpikiran positif selalu menjadikan sebuah masalah sebagai pelajaran berharga dan menjadi tangga kesuksesan baginya. Sementara bagi orang-orang yang berpikiran yang negatif, sebuah masalah dianggapnya menjadi tembok yang menghalanginya menuju kesuksesan baginya. Mereka menganggap masalah sebagai bagian dari kejamnya dunia, mereka menjadi takut untuk mencoba menghadapi masalah tersebut.

Apabila disediakan sebuah gelas yang terisi air setengahnya, orang-orang positif akan berkomentar "Gelas itu terisi setengah penuh". Berbeda dengan komentar orang-orang yang berpikiran negati yang akan berkomentar "Gelas itu Setengah Kosong". Ini sangat jelas bahwa sudut pandang orang-orang yang berpikiran positif berbeda dengan orang-orang yang berpikir negatif. Orang-orang yang berpikir positif Fokus terhadap air dalam gelas tersebut, sementara orang-orang yang berpikir negatif melihat setengah gelas yang kosong.

Orang-orang yang berpikir positif selalu berfokus pada solusi (peluang), sedangkan orang-orang yang berpikir negatif selalu berpikir terhadap masalah.