Buku ensiklopedia sains islami kamil pustaka asli

Hindari Mengeluh



Mengeluh. Walaupun ada tempatnya untuk itu, jika Anda
membiarkan penyakit mematikan ini merajalela, ia akan
menaklukkan Anda.

Mengeluh bisa mengambil alih kebaikan dalam hidup
Anda. Ia memusnahkan harapan. Bahkan apa yang telah Anda
capai. Semua hilang tak berbekas.

Saya rasa Anda mengenal seseorang yang sungguh
berharap mendapatkan suatu pekerjaan. Saat itu ia
menganggur. Pekerjaan tampaknya seperti hal paling
membahagiakan dalam hidupnya.

Begitu pekerjaan diperoleh, pada hari pertama, ia pulang
mengeluh. "Tugasnya lebih berat dari yang saya duga."

Keesokan harinya, "Atasan saya benar-benar seorang yang
brengsek. Masa ngobrol sebentar saja tidak bisa."

Keesokan harinya lagi, "Air minum di kantor rasanya payah."

Ada saja hal yang dikeluhkan. Perkataan itu muncul
dari seorang yang barusan beberapa hari lalu sungguh
menanti-nanti panggilan pekerjaan.

Ke mana hilangnya rasa bersyukur itu? Ke manakah
kebahagiaan yang telah diraihnya?

Hilang tak terbekas.

Manusia cenderung mengejar hak-haknya daripada
kewajiban. Masalahnya, bahkan seorang sahabat pun punya
ambang batas kesabaran tentang keluhan. Tidak percaya?

Coba banjiri percakapan dengan keluhan setiap hari. Tidak
berapa lama kemudian, saya yakin teman dekat mana pun
akan menjauhi.

Padahal, jika dipikirkan... banyak orang yang
menginginkan pekerjaan. Banyak yang rela menggantikan
tempatnya. Perusahaan akan dengan mudah mencari
penggantinya. Bahkan, itulah yang akan terjadi jika ia
terus mengeluh.

Dengan mengeluh, otomatis kinerja akan menurun karena
ada ganjalan yang tidak terpenuhi. Dengan mengeluh, rekan
kerja di sekitar akan merasakan efek negatifnya. Seluruh
perusahaan akan menderita karenanya. Seorang atasan yang
baik akan dapat melihat masalahnya dan menyingkirkannya.

Semuanya dimulai dari kebiasaan mengeluh.

Jadi, jauhilah seorang pengeluh. Ia akan mempengaruhi Anda.

Dan jangan menjadi seorang pengeluh.

Mengeluh bukanlah sifat pemenang. Anda harus fokus pada
apa yang bisa Anda lakukan, bukan pada hal-hal yang berada
di luar kendali.

Anda harus kerahkan energi Anda pada kesempatan, bukan
masalah.

Dengan melakukan ini, Anda tidak hanya menginspirasi diri
sendiri tapi juga orang-orang di sekitar.

Sukses Untuk Anda,

N.B. Coba perhatikan seberapa banyak keluhan yang masuk
(dari orang lain) dan keluar (dari dalam diri) setiap hari
selama seminggu.

Usahakan kurangi jumlahnya perlahan-lahan. Ketika mencapai
setengahnya, lihat kembali perubahan yang terjadi dalam
hidup Anda.

Saya yakin Anda menyukai hidup baru Anda. :-)