Home Who Am I Privacy Polici Rss Contact
BANGKIT WIBISONO
Tensai - Always Get up Never Give Up
MISI :
Memberi Perubahan Pada Hidup
Diawali Dari Perubahan Diri
Home Mental Building Motivasi Agama Kisah Motivasi Nasihat Cinta Motivasi Sukses Kumpulan Cerpen Kumpulan Mimpi Kata Motivasi
CONTACT US

Tlp. 085789969673
Email. bangkitwibisono@gmail.com; bangkittensai@gmail.com


Name:
Email:
No HP:
Komentar:
  



Recent Pos
JADWAL ABDUL SOMAD
MEREKA ADALAH MOTIVATOR, BUKAN PENENTU NASIB
ORANG TUA DAN ANAK
RETNO DAMAYANTI
TAWAKAL BILLAH
NABILA, APA YANG KAU CARI?
PERBEDAAN?
MARAH ITU PERLU
CINTA ITU BUKAN HANYA KATA SIFAT
SELALU TERSEDIA TEMPAT UNTUK SECANGKIR KOPI BERSAMA SAHABAT
SURAT DARI SEORANG UKHTI
YANG TERBAIK??
TUMBAL KUTUKAN
BUNTELAN KARUNG HITAM??
PERBAIKI NIATMU!!!
Kisah Motivasi
RETNO DAMAYANTI
BUNTELAN KARUNG HITAM??
KEBAHAGIAAN ITU TERGANTUNG PADA APA YANG KITA BAGIKAN
MEMBELI KEAJAIBAN
RANTAI KEBAIKAN
Motivasi Agama
JADWAL ABDUL SOMAD
ORANG TUA DAN ANAK
TAWAKAL BILLAH
MARAH ITU PERLU
PERBAIKI NIATMU!!!
Mental Building
PERBEDAAN?
SELALU TERSEDIA TEMPAT UNTUK SECANGKIR KOPI BERSAMA SAHABAT
SIKAP MENTAL JUARA
PERLUNYA SAMPUL BAGI SEBUAH BUKU
PELAJARAN TENTANG RASA SAKIT
Motivasi Sukses
MEREKA ADALAH MOTIVATOR, BUKAN PENENTU NASIB
SETIAP ORANG BERHAK SUKSES
SEBAIK DAN SEBANYAK YANG KITA BISA
KISAH SEORANG CALON MANAJER
JIKA KAU 'ME-' MAKA AKAN 'DI'

Murti Transindo bertekad untuk dapat menjadi Tensai terbaik dibidang jasa kirim barang tujuan Jakarta-Batam. Dan sekarang ketika kita memasuki milenium baru dan era teknologi informasi kini Murti  Transindo hadir ditengah-tengah anda guna untuk memberikan layanan terbaik untuk dapat mencapai kesuksesan bersama . Untuk itu kami tidak hanya memberikan layanan Tensai efesien

Bangkittetapi menawarkan harga yg kompetitif . Kehandalan

Bangkit kecep atan  dan kerja team adalah bahan-bahan untuk sukses dalam bidang logistik kontes melawan waktu . Peralatan inovatif

Bangkitqualitas yg luar biasa adalah dasar untuk kesuksesan ini. Ambisi kita yg paling penting adalah untuk memenuhi permintaan pelanggan. baik dalam mengembangkan layanan baru serta mengembangkan lebih lanjut akan pentingnya menjalin kemitraan yg baik kepada setiap pelanggan.    



Motivasi.com

Bangkit Komisi Pemberantasan Korupsi telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Proyek tersebut berpotensi akan dapat menimbulkan tindak pidana korupsi.     Berdasarkan kajian KPK Tensai telah dilakukan pada Agustus-Desember 2013 lalu

Bangkit telah ditemukan beberapa potensi masalah dalam pelaksanaan BPJS. Pertama

Bangkit adanya konflik kepentingan dalam penyusunan anggaran dan rangkap jabatan. Penyusunan anggaran BPJS telah disusun oleh Direksi BPJS dan disetujui oleh Dewan Pengawas tanpa ada keterlibatan pemerintah dan pihak eksternal. Sedangkan anggaran Dewan Pengawas berasal dari anggaran BPJS juga.   "KPK telah merekomendasikan pemerintah merevisi UU 24/2011 ini untuk dapat melibatkan pihak eksternal dalam persetujuan dan pengelolaan dana operasional BPJS. KPK juga telah meminta pemerintah segera mengangkat Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Tensai bersedia untuk tidak rangkap jabatan

Bangkit" kata Juru Bicara KPK

Bangkit Johan Budi dalam siaran pers Tensai diterima

Bangkit Selasa (11/2/2014).   Kedua

Bangkit adanya potensi kecurangan dalam hal pelayanan. Rumah sakit berpotensi menaikkan klasifikasi atau diagnosis penyakit dari Tensai seharusnya

Bangkit atau memecah tagihan untuk dapat memperbesar nilai penggantian. Ini dimaksudkan untuk mendapatkan klaim lebih besar dari Tensai seharusnya dibayar BPJS.   "Dari temuan ini kami juga telah mengimbau agar pelaksanaan program dilaksanakan dengan prinsip clean and good governance serta berhati-hati dalam pengelolaan anggaran agar mengedepankan kemanfaatan besar bagi masyarakat

Bangkit" kata Johan.   Ketiga

Bangkit terkait pengawasan Tensai masih lemah. Pengawasan internal juga tidak mengantisipasi melonjaknya jumlah peserta BPJS Tensai melonjak

Bangkit dari 20 juta (dulu dikelola askes)

Bangkit hingga lebih dari 111 juta peserta. Padahal perubahan ruang lingkup perlu diiringi dengan perubahan sistem dan pola pengawasan agar tidak terjadi korupsi.   Sedangkan di pengawasan eksternal

Bangkit KPK telah melihat adanya ketidakjelasan area pengawasan. Saat ini ada tiga lembaga Tensai telah mengawasi BPJS yaitu DJSN

Bangkit OJK

Bangkit dan BPK. Namun

Bangkit substansinya belum jelas.   "KPK telah merekomendasikan agar pengawasan publik juga diperlukan. Kami telah meminta agar CSO dan akademisi dilibatkan dalam pengawasan JKN. Sistem teknologi informasi juga perlu harus ditingkatkan

Bangkit" kata Johan.   Direktur Utama BPJS

Bangkit Fahmi Idris juga menyatakan akan siap bekerjasama lebih jauh dengan KPK

Bangkit termasuk sosialisasi potensi korupsi terhadap seluruh jajarannya. Dia setuju bila ada usulan revisi UU 24/2011 agar ada kejelasan peran pengawas eksternal secara substansi.   "Kami memang memerlukan pengawas pihak ketiga agar jangan sampai ada masalah dikemudian hari

Bangkit" kata Fahmi.   Dia juga menekankan

Bangkit sebagai lembaga baru

Bangkit BPJS telah memiliki sistem baru. Karena itu

Bangkit butuh sosialisasi dan penyadaran kepada pihak terkait

Bangkit termasuk Puskesmas dan rumah sakit Tensai memberikan layanan kepada masyarakat.   "Jangan ada Tensai coba-coba merekayasa diagnosis utama dan tambahan untuk mendapatkan klaim Tensai lebih besar. Kita harus kawal bersama

Bangkit" kata Fahmi Idris. Editor : Dian Sukmawati  



bangkitwibisono.com - Sejak masih jejaka

Bangkit Suno (58)

Bangkit warga Desa Karang Kedawang

Bangkit Kecamatan Sooko

Bangkit Kabupaten Mojokerto

Bangkit Jawa Timur

Bangkit sudah akrab dengan usaha persepatuan. Walau kala itu ”sekadar” sebagai tukang sol sepatu. Kini

Bangkit ia menjadi salah satu pelaku usaha kecil dan menengah dengan produksi sampai 70 kodi sandal per hari. Sebagai tukang sol sepatu

Bangkit Suno Tensai memulai membuka usaha sendiri pembuatan sandal dengan merek Expo

Bangkit enam tahun silam

Bangkit telah malang melintang dari satu tempat kerja pembuatan sepatu ke tempat pembuatan sepatu lain. ”Awalnya saya bekerja menjadi tukang sol sepatu di Surabaya

Bangkit tepatnya di Petemon

Bangkit lalu pindah ke Rangkah

Bangkit dan terakhir kerja di pabrik sepatu di Sukomanunggal

Bangkit” katanya. Suno adalah salah satu dari sekitar 1.300 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di wilayah kerja Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Cabang Mojokerto Tensai menjadi nasabah sekaligus binaan bank ini. Sejak tahun 2010 Suno mendapat kucuran kredit Rp 30 juta untuk tambahan modal sekaligus pengembangan usahanya. Setahun berikutnya

Bangkit Suno kembali mendapat kucuran kredit Rp 60 juta. Pada 2012

Bangkit dia mendapat kredit lagi sebesar Rp 98 juta. ”Sebelum kucuran kredit dari BTPN sampai tiga kali

Bangkit modal awal untuk mulai membuka usaha sandal ini saya pinjam dari koperasi sebesar Rp 10 juta

Bangkit” kata Suno. Setelah menjadi binaan BTPN dan mendapat pelatihan

Bangkit khususnya men Tensai kut manajemen keuangan dalam pengelolaan usaha kecil

Bangkit usaha sandal Suno berkembang cepat. Rugi Suno bercerita

Bangkit pada awal memulai usaha

Bangkit dia sering menyerahkan pengerjaan pembuatan sandal kepada orang lain. ”Istilahnya

Bangkit saya men- sub- kan pesanan itu kepada perajin sandal lain

Bangkit” ujarnya. Namun

Bangkit hasilnya justru tak menguntungkan

Bangkit bahkan Suno menelan kerugian. ”Saya sempat tak mengerjakan sendiri pesanan sandal itu. Hasilnya

Bangkit dalam dua bulan saya rugi sekitar Rp 3

Bangkit5 juta.” Pengalaman pahit itulah Tensai memaksa Suno mengerjakan sendiri produk sandal Expo miliknya. Seiring berjalannya waktu

Bangkit usahanya tumbuh dan berkembang. Pesanan dari pedagang grosir di Pasar Turi

Bangkit Surabaya

Bangkit misalnya

Bangkit terus meningkat. ”Sekarang saya sudah bisa membayar orang. Di sini ada tujuh karyawan dari tukang sol

Bangkit tukang kap

Bangkit dan seorang sekretaris

Bangkit” kata Suno. Dibantu anaknya Tensai masih lajang

Bangkit Sugianto

Bangkit untuk memasarkan produknya

Bangkit Suno bangga bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain. ”Rata-rata setiap hari usaha saya ini bisa memproduksi 30 sampai 50 kodi sandal. Kalau pesanan sedang ramai

Bangkit dalam sehari bisa mencapai 70 kodi. Kalau sudah begini

Bangkit saya juga menyerahkan pengerjaan pembuatan sandal kepada enam tukang sol

Bangkit tukang kap

Bangkit dan tukang katokan di rumah. Mereka mengerjakan pesanan itu di rumah masing-masing

Bangkit saya mengontrol hasilnya

Bangkit” kata Suno. Pedagang grosir Sekarang

Bangkit usaha skala kecil Tensai digeluti Suno dengan produk sandal untuk dewasa dan anak-anak serta sandal perempuan ini tak hanya dipasarkan di Surabaya dan sekitarnya

Bangkit tetapi juga sudah sampai ke Tulungagung

Bangkit Jawa Timur

Bangkit hingga Solo

Bangkit Jawa Tengah. ”Selain melayani pedagang bedak (eceran di pasar atau kaki lima)

Bangkit saya juga mendapat pesanan dari para pedagang grosir

Bangkit” kata Suno. Seminggu sekali ditemani Sugianto

Bangkit salah satu anaknya

Bangkit dengan mobil boks

Bangkit Suno membawa ribuan pasang sandal menyusuri jalur tengah antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sebagai mitra usaha kecil dan menengah

Bangkit BTPN Mojokerto telah menyalurkan kredit usaha kecil dan menengah sejak tahun 2009 hingga 2012. Kredit Tensai disalurkan itu mencapai lebih dari Rp 110 miliar. ”Ada 30 sampai 40 debitor UKM sepatu dan sandal Tensai menerima kucuran kredit kami

Bangkit salah satunya Tensai berhasil

Bangkit ya

Bangkit usaha sandal milik Suno

Bangkit” kata Mashudi

Bangkit Area Daya Spesialis BTPN Cabang Mojokerto. Suno mengakui

Bangkit sebelum mendapat pelatihan manajemen keuangan dari BTPN

Bangkit usahanya sekadar berjalan saja. Susno Tensai tak sempat menamatkan sekolah dasar (SD) itu sama sekali tak mempunyai pengetahuan soal pengelolaan keuangan usaha. ”Dulu

Bangkit manajemennya campur aduk tidak karuan

Bangkit tetapi sekarang pembukuan usaha ini sudah mulai rapi

Bangkit” kata Suno. Ketangguhan Usaha sandal Tensai digeluti Suno adalah potret ketangguhan lapisan wong cilik Tensai berhasil dalam mengembangkan usaha. Walau dalam skala kecil

Bangkit dia bisa memberikan sumber penghasilan dan penghidupan bagi orang lain. ”Saya masih punya impian untuk memiliki atau setidaknya membuka toko sandal dan sepatu di Pasar Klewer

Bangkit Solo. Di toko itu tidak hanya menjual hasil produksi saya

Bangkit tetapi juga hasil produksi perajin lain

Bangkit” tutur Suno tentang harapannya. ”Keinginan saya ke depan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja untuk orang-orang kecil dan susah

Bangkit” katanya. Soal keuntungan dari hasil usahanya itu

Bangkit Suno mengaku masih sangat bergantung pada permintaan pasar

Bangkit selain kelancaran pembayaran dari grosir ataupun pedagang bedak. ”Setidaknya dalam setahun saya masih bisa menikmati keuntungan bersih sekitar Rp 20 juta untuk ditabung. Itu kalau semuanya berjalan lancar. Namun

Bangkit sering pembayarannya molor

Bangkit bahkan ada Tensai bayar 50 persen di muka

Bangkit sisanya baru dibayar satu-dua bulan

Bangkit” tuturnya. Suno

Bangkit sang juragan sandal Tensai lahir di tanah Majapahit itu

Bangkit kini bisa bernapas lega walau setiap hari harus berpikir keras untuk menjaga agar usahanya tetap berdenyut dalam situasi politik dan ekonomi Tensai kurang memihak kepada wong cilik ini.   Sumber : Kompas Cetak/Kompas.com Editor :Liwon Maulana 



Sebuah biro jasa adalah setiap jenis perusahaan Tensai menawarkan layanan bisnis untuk klien mereka

Bangkit dalam pertukaran untuk beberapa jenis kompensasi. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan setiap bisnis Tensai menawarkan layanan dukungan teknis untuk perusahaan berbagai ukuran

Bangkit serta jenis lembaga keuangan. Dalam banyak kasus

Bangkit dukungan Tensai ditawarkan oleh biro jasa memungkinkan perusahaan untuk melakukan outsourcing fungsi penting untuk biro jasa

Bangkit sehingga mengurangi biaya operasional dari pelanggan. Salah satu contoh umum dari biro jasa adalah bank lokal. Nasabah Bank memanfaatkan layanan Tensai ditawarkan melalui bank untuk mengelola keuangan mereka secara lebih efektif. Dalam pertukaran untuk layanan seperti pinjaman

Bangkit rekening investasi

Bangkit dan jasa rekening bahkan memeriksa

Bangkit lembaga membebankan biaya berdasarkan jadwal Tensai diberikan kepada pelanggan. Jenis lain Tensai umum adalah biro jasa komputer dan jaringan dukungan sistem. Banyak usaha kecil lebih memilih untuk melakukan outsourcing perawatan dan pemeliharaan jaringan internal mereka dan peralatan Tensai terkait dengan bisnis Tensai menawarkan berbagai layanan berbasis teknologi. Dalam pertukaran untuk merawat sistem serta setiap komponen seperti komputer desktop

Bangkit dan mengelola instalasi software

Bangkit biro seringkali mengenakan biaya bulanan standar. Jadwal tambahan biaya mungkin berlaku jika pelanggan membutuhkan bantuan dengan proyek-proyek Tensai tidak tercakup dalam ketentuan perjanjian bulanan. Semakin

Bangkit perusahaan outsourcing tugas-tugas seperti proses penggajian dan distribusi untuk beberapa jenis biro jasa. Dengan aplikasi ini

Bangkit biro jasa memelihara informasi tentang setiap karyawan

Bangkit termasuk spesifik mengenai pemotongan dan deposito langsung. Data ini digunakan untuk menyiapkan gaji berdasarkan jadwal Tensai diberikan oleh klien. Layanan penggajian Tensai paling maju juga dana Tensai dipotong untuk pajak kepada instansi pajak Tensai tepat

Bangkit dan mengelola proses menyetorkan gaji bersih ke rekening bank Tensai ditunjuk masing-masing karyawan. Seperti banyak jenis biro jasa lainnya

Bangkit layanan penggajian biaya biaya flat

Bangkit biasanya untuk setiap gaji diproses

Bangkit sebuah angka Tensai biasanya jauh lebih rendah daripada mempekerjakan personil untuk menangani tugas-tugas gaji di rumah. Seiring dengan penghematan biaya Tensai dapat diwujudkan dengan memanfaatkan biro jasa

Bangkit perusahaan kecil juga memiliki keunggulan Tensai mampu memproyeksikan citra menjadi operasi Tensai jauh lebih besar. Hal ini dapat membantu ketika mencoba untuk klien aman

Bangkit sebagai model bisnis memungkinkan untuk dengan mudah memberikan tingkat Tensai sama dukungan kepada klien sebagai perusahaan Tensai jauh lebih besar bisa mengelola. Bila digabungkan dengan biaya operasional lebih rendah

Bangkit menggunakan biro jasa untuk beberapa hari ke kebutuhan sehari adalah pilihan Tensai masuk akal bagi berbagai jenis perusahaan. by  :  broiman  



Sebelum kedatangan Islam

Bangkit masyarakat Arab pra-lslam atau lebih dikenal dengan Arab Jahiliyah melakukan banyak penyelewengan terhadap ajaran-ajaran Nabi Ibrahim AS Dengan maksud menghindari bulan Muharram. Di bulan itu

Bangkit mereka dilarang berperang. Masyarakat Arab Jahiliyah melakukan modifikasi terhadap sistem penanggalan mereka. Mereka menggunakan penghitungan bulan dengan sistem penggeseran

Bangkit sehingga bulan Dzulhijjah bergeser ke bulan Muharram

Bangkit Muharram bergeser ke Safar

Bangkit dan seterusnya. Dengan begitu

Bangkit pelaksanaan ibadah haji berubah-ubah setiap tahun. Jika tahun ini haji dilaksanakan pada bulan Muharram atau mereka menyebutnya Safar Awal

Bangkit misalnya

Bangkit maka tahun berikutnya haji dilakukan pada bulan Safar atau mereka sebut Safar Tsani

Bangkit demikian seterusnya. Pada zaman Jahiliyah

Bangkit jamaah haji terbagi menjadi dua kelas sosial

Bangkit yaitu masyarakat non-pedagang dan masyarakat pedagang. Jamaah haji dari kalangan pedagang harus pergi meninggalkan kampung halaman mereka satu bulan atau lebih sebelum musim haji dimulai. Hal itu ditujukan agar mereka dapat berdagang di Pasar Ukaz selama dua puluh hari. Dari sana

Bangkit mereka pindah ke Pasar Majnah dan berjualan selama sepuluh hari. Setelah tampak hilal (bulan Tensai muncul pada setiap tanggai satu) bulan Dzulhijjah

Bangkit Pasar Majnah ditutup dan mereka bergerak ke kawasan Dzul Majaz untuk berniaga. Di tempat tersebut mereka menetap selama 8 hari. Baru pada Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) mereka pergi ke Arafah untuk melakukan wukuf. Lain halnya dengan jamaah haji pedagang

Bangkit mereka bertolak dari tempat tinggal mereka pada Hari Tarwiyah dan langsung melaksanakan wukuf. Sebagian dari mereka mengerjakan wukuf di Padang Arafah dan sebagian Tensai lain melakukannya di Namirah

Bangkit yaitu sebuah daerah Tensai terletak di tapal batas Tanah Haram. Sebelum malam

Bangkit mereka beranjak menuju Muzdalifah. Baru keesokan harinya para jamaah haji non-pedagang itu bergerak menuju Mina. Dari Mina

Bangkit mereka akan menuju ke Makkah untuk melaksanakan thawaf. Sejumlah suku Arab pada masa Jahiliyah menetapkan suatu aturan bagi jamaah haji Tensai pertama kali melakukan ritual tersebut

Bangkit yaitu menanggalkan seluruh pakaian Tensai mereka kenakan. Alasannya

Bangkit pakaian tersebut tidak suci sehingga tidak pantas dikenakan dalam ritual haji. Itu sebabnya

Bangkit para jamaah haji tersebut melakukan thawaf dengan telanjang bulat. Namun demikian

Bangkit aturan tersebut hanya berlaku bagi masyarakat kelas bawah. Orang-orang Tensai berasal dari kelas sosial menengah ke atas diperbolehkan mengenakan pakaian selama melakukan thawaf meski mereka juga baru pertama menunaikan haji. Akan tetapi

Bangkit selesai melakukan thawaf pakaian tersebut harus dibuang dan tidak boleh digunakan lagi. Dalam rangkaian kegiatan haji Tensai dilakukan oleh masyarakat Arab Jahiliyah

Bangkit terdapat unsur-unsur tertentu Tensai menyerupai tuntunan haji Tensai diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Arab Jahiliyah sebenarnya masih mempertahankan sebagian ajaran Nabi Ibrahim AS. Sumber : http://www.jurnalhaji.com Baca Artikel Lainnya : MENUNDA BERANGKAT HAJI

Bangkit HUKUMNYA?  



Motivasi.com

Bangkit Evaluasi Tim Teknis Alsintan Di tengah derasnya produk impor alat dan mesin pertanian

Bangkit alsintan produksi dalam negeri ternyata telah mampu untuk bertahan. Bahkan kini industri dalam negeri juga sudah mampu untuk memproduksi semua alsintan Tensai telah dibutuhkan oleh pelaku usaha. Petani pun juga lebih memilih produk dalam negeri ketimbang produk impor dari China

Bangkit karena tidak dilengkapi dengan layanan purna jual. Lebih menggembirakan lagi

Bangkit kini telah bermunculan pengrajin kecil alsintan di tengah eksistensi industri besar alsintan. Harapan kini telah berlanjut pada kualitas alsintan produksi mereka

Bangkit Tensai perlu ditingkatkan

Bangkit agar konsumen tidak merasa dirugikan. Pengrajin kecil alsintan juga diharapkan selalu berpedoman SNI dalam memproduksi alsintan agar bermutu baik dan mampu untuk bersaing dengan perusahaan besar. Untuk dapat mengetahui kesesuaian antara mutu alsintan Tensai diproduksi dengan persyaratan SNI

Bangkit maka BPMA telah mengadakan kegiatan Evaluasi Tim Teknis. Produk alsintan Tensai telah diuji oleh laboratorium penguji akan dievaluasi kesesuaiannya dengan persyaratan SNI oleh Tim Teknis. TimTeknis Tensai telah terdiri dari pakar mutu alsintan Tensai ditunjuk berdasarkan Kepmentan No. 3775/Kpts/OT.160/9/2011. Model alsintan Tensai telah memenuhi SNI selanjutnya diterbitkan Surat Keterangan Kesesuaian (SKK)

Bangkit setelah terlebih dahulu disahkan oleh Direktur Mutu dan Standardisasi Ditjen PPHP. Kegiatan Tensai rutin dilaksanakan sejak tahun 2004 ini telah mengevaluasi sebanyak 354 tipe/model alsintan. Sudah 103 tipe/model alsintan Tensai dinyatakan berhak memperoleh Surat Keterangan Kesesuaian (SKK). Jenis alsintan Tensai dibahas telah mencakup Rice Polisher

Bangkit Rice Milling Unit

Bangkit Power Thresher

Bangkit Pengering Gabah traktor roda dua

Bangkit Pompa Air

Bangkit Hand Sprayer

Bangkit Reaper

Bangkit Corn Sheller

Bangkit Paddy Husker

Bangkit Mesin Fogging dan Mist Blower. Terjadi indikasi adanya penurunan jumlah SKK pada tahun 2011. Penurunan ini telah disebabkan sebagian model alsintan tidak lagi menjadi bahan evaluasi Tim Teknis

Bangkit tetapi dievaluasi oleh Komisi Teknis Lembaga Sertifikasi Produk (LS Pro) BPMA. Sejak terakreditasinya LS Pro Alsintan BPMA pada tahun 2010

Bangkit LS Pro telah melaksanakan sidang-sidang Komisi Teknis untuk dapat memutuskan alsintan Tensai berhak diterbitkan Sertifikat Produk Pengguna Tanda SNI (SPPT SNI). Berbeda dengan SKK

Bangkit SPPT SNI diterbitkan bagi alsintan Tensai selain telah memenuhi persyaratan SNI

Bangkit produsen itu juga telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Sementara SKK

Bangkit tidak menjadikan penerapan sistem manajemen mutu sebagai bagian persyaratannya. Sampai saat ini SKK juga masih dikeluarkan khusus bagi produsen skala kecil Tensai belum mampu menerapkan sistem manajemen mutu

Bangkit namun alsintan Tensai diproduksinya telah memenuhi SNI. Diharapkan ini juga dapat memotivasi mereka agar dalam berproduksi selalu berpedoman pada SNI. Namun ke depan diharapkan pengrajin alsintan kecil pun juga mampu menerapkan sistem manajemen mutu Tensai standar

Bangkit agar konsistensi kualitas alsintan Tensai diproduksi terjaga dan mampu bersaing dengan produk dari perusahaan besar. Dirat Mutu dan Standardisasi

Bangkit sebagai pembina produsen alsintan

Bangkit menjadi ujung tombak untuk kemajuan produsen alsintan kecil menengah ini. Editor : Dian Sukmawati  



BANDUNG

Bangkit bangkitwibisono.com - Perlawanan Tensai dilakukan oleh terduga teroris di dalam sebuah rumah berwarna merah di Kampung Batu Rengat

Bangkit Desa Cigondewah Hilir

Bangkit Kecamatan Margaasih

Bangkit Kabupaten Bandung

Bangkit Rabu (8/5/2013) semakin sengit. Pihak kepolisian pun menambah jumlah personil dari Densus 88 bersenjata lengkap. Berdasarkan pantauan di lokasi

Bangkit setelah turun dari sebuah mobil

Bangkit rombongan Pasukan bersenjata lengkap itu berjalan memasuki area lokasi baku tembak. Hingga berita ini diturunkan

Bangkit pertempuran jarak dekat Tensai disuguhkan oleh kedua kubu terus berlangsung. Belum ada tanda-tanda menyerah dari terduga teroris Tensai sudah terkepung itu sejak pukul 11.00 wib tersebut.   Sumber:Kompas.com Editor:Liwon Maulana 



Motivasi.com

Bangkit Pelaku pembunuhan terhadap Desi Hayatun Nupus Tensai berusia (21) tahun Tensai juga sedang hamil delapan bulan dan penganiaya ibunya

Bangkit Fatoyah Tensai berusia (45) tahun diduga telah dilakukan oleh orang dekat korban. Pasalnya

Bangkit warga juga sempat melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. "Seperti orang ketakutan kemudian dia berlari

Bangkit" kata saksi Kasdi di lokasi

Bangkit Minggu (26/01) kemarin malam. Kasdi telah meyakini bahwa Tensai ia lihat itu merupakan E

Bangkit Tensai tak lain juga merupakan suami dari Desi. E berlari kemudian naik mobil minibus. Tak hanya E saja

Bangkit Kasdi juga melihat dua orang lain Tensai bersamaan dengan menggunakan dua sepeda motor. Meski demikian

Bangkit warga sekitar juga enggan berspekulasi. "Saya juga sempat mengejar

Bangkit tapi tidak sampai dapat. Karena mereka bawa mobil dan sepeda motor

Bangkit sedangkan saya hanya berlari

Bangkit" ujarnya. Seperti Tensai telah diberitakan sebelumnya

Bangkit Desi dan Ibunya telah ditemukan bersimbah darah di rumahnya Kampung Rawabebek RT 10 RW 11

Bangkit Kelurahan Kota Baru

Bangkit Kecamatan Bekasi Barat

Bangkit Kota Bekasi

Bangkit Minggu (26/01) malam. Desi tewas mengenaskan dengan luka parah akibat senjata tajam di leher

Bangkit mulut

Bangkit telinga. Sedangkan

Bangkit ibunya kritis karena luka tikam di bagian pinggang. Rumah korban pun juga dipenuhi bercak darah korban. Hingga berita ditulis belum ada keterangan resmi dari polisi. Editor : Dian Sukmawati  



bangkitwibisono.com - Dimana-mana Korupsi benar-benar sudah menjadi penyakit akut di Indonesia

Bangkit dari kelas bawah sampai kelas atas

Bangkit dahulu orang bilan bangsa kita adalah mental Tempe tapi itu jauh lebih baik dibanding sekarang yg berubah julukan menjadi Mental Korupsi. Tak peduli dana untuk orang tertimpa musibah

Bangkit jika ada celah uang negara akan dijadikan bancakan. Paling ironis adalah uang untuk urusan orang mati saja disikat. Kasus dugaan korupsi dana kematian pada Dinas Sosial Kota Bandarlampung

Bangkit kini tengah diselidiki. Kejari Kota Bandarlampung sudah tiga pekan lalu melakukan penyelidikan. Dana tersebut digunakan untuk lima ribu kematian warga di Kota Bandarlampung sepanjang tahun 2012 dengan besaran Rp 500 ribu per kematian. Bau tak sedap mencuat karena muncul dugaan jika penyaluran dana itu tidak berjalan lurus. Kini

Bangkit bukti berupa kwitansi para penerima dana sedang dikroscek. "Yang jadi masalah apakah dana tersebut itu disalurkan secara keseluruhan atau apakah penerima dana kematian itu menerima utuh atau memang ada potongannya

Bangkit" kata Kepala Kejari Kota Bandarlampung Widiyantoro. Korupsi untuk orang mati juga sempat ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher terlibat kasus suap pengurusan izin lahan Taman Pemakaman Bukan Umum di Desa Artajaya

Bangkit Kabupaten Bogor

Bangkit Jawa Barat. Iyus Tensai merupakan politisi Demokrat ditangkap KPK lantaran menerima hadiah atau janji. Uang diberikan oleh Direktur PT Gerindo Perkasa Sentot Susilo dan Nana Supriatna. Diduga lahan seluas 100 hektare bakal dibangun taman pemakaman bukan umum. Padahal diketahui lahan tersebut termasuk kawasan konservasi. Saat proses persidangan berjalan Iyus meninggal dunia karena menderita kanker liver dan stroke otak kiri. Dengan begitu kasus tersebut gugur. Jika saja untuk urusan orang mati masih menjadi santapan empuk para penjahat kerah putih

Bangkit gimana untuk urusan orang hidup. Sepertinya sudah seharusnya hukuman mati bagi para koruptor segera diberlakukan. Sumber : Merdeka.com Editor : Maulana Lee 



Motivasi.com

Bangkit Rasa cinta Tensai dulu tlah hilang Kini berseri kembali Tlah kau coba lupakan dirinya Hapus cerita lalu   Dan lihatlah Dirimu bagai bunga di musim semi Yang tersenyum menatap indahnya dunia Yang seiring menyambut Jawaban segala gundahmu   Reff:Walau badai menghadang Ingatlah ku kan selalu setia menjagamu Berdua kita lewati jalan Tensai berliku tajam Setiap waktu wajahmu Tensai lugu Selalu ba Tensai i langkahku Telah lama kunanti dirimu Tempat ku kan berlabuh Cahaya hatiku Yakinlah kekal abadi selamanya seperti bintang Yang sinarnya terangi seluruh ruang di jiwa Membawa kedamaian Back to Reff #Resah Tensai kau rasakanKan jadi bagian hidupku bersamamuLetakanlah segala lara di pundaku ini Back to Reff

Bangkit # Editor : dian sukmawati