Hitam, Putih dan Diantaranya



Kata sebagian orang : “Sulit untuk menjelaskan sesuatu yang sudah jelas”.
Cinta Tabiat Anak Manusia: Jangan Dibunuh, Jangan pula Diumbar!
Kasihan si Cinta: Sering Dijadikan kambing Hitam!

Ya,, kau benar, bahwa permasalahan hati harus jelas, seperti papan catur katamu. Yang hitam ya hitam, dan yang putih harus putih, tidak boleh dibolak-balik apalagi sampai dicampuradukkan. Aku ingin membahas hitam putih disini agar berkurang cerewetmu. Sebelumnya aku ragu, tapi pada akhirnya aku tau meski aku belum membacanya, aku tau siputih sudah hadir, tapi tidakkah ini terlalu dini? ini masih terlalu cepat.

Sebelumnya aku ingin menyampaikan sesuatu, bahwa beberapa saat yang lalu, saudariku bercerita bahwa "bangkit, dia putih lloh ke aku, tapi sayang ngomongnya sekarang, coba tiga tahun lagi, pasti aku minta dateng ke orang tua". Dari saudariku aku belajar untuk mengerti bahwa sudah bukan saatnya lagi menjalin ikatan yang semu. Kalimat yang kau ucapkan tempo hari membuatku ingin berucap banyak, kau meminta kejelasan, agar aku tak menjadi 'abu-abu' yang (mungkin) artinya kau ingin melihatku (putih atau hitam).

Aku sedikit berpikir, jika putih memangnya bisa apa? bukannya aku ingin menyamakanmu dengan saudariku, mungkin kau lebih baik darinya, tapi aku menilai dari sisimu memang setidaknya tiga tahun lagi, apa mau dimulai dari sekarang? dan jika dimulai dari sekarang dengan ikatan 'semu' maka,, jihhh hal seperti itu juga bisa dilakukan anak SD, kau mau dinilai seperti anak SD? aku sich tidak. Meski bukan hal itu yang menjadi alasan utama aku tak mau mengikat 'semu', ada banyak alasannya dan semuanya jelas, kau tau kan? jadi tak perlu kutuangkan disini. Dan jika aku Hitam, tapi pada kenyataannya?? Maaf, sama sekali tak ada niat untuk menjadi abu-abu, hanya saja bisa apa? Lalu bagaimana dengan nasib si putih? Salahkah si putih hadir? Aku pikir tidak, Agama sama sekali tidak melarang si putih hadir, Agama hanya mengaturnya agar si putih tak menjadi kambing hitam.

Aku senang kita bisa membuat sebuah kisah dimana kau mampu "memegang lengan tanpa tangan" milikku, karena memang kulitku masih haram bagimu pun sebaliknya. owh iya..,  Sebentar lagi ramadhan, kau ingat puasa kan? coba tengok manusia beriman yang puasa, dia menahan lapar dahaga sehari penuh, namun saat berbuka, akan terasa sangat nikmat air putih meskipun tanpa gula. Mari kita berpuasa dulu, tahan saja dulu semuanya, owh iya, aku juga ingin berbagi saran yang aku dapatkan beberapa waktu lalu tentang menunggu kreatif. Jadi sembari kita berpuasa menunggu Waktu berbuka sebaiknya melakukan hal yang luar bisa baik dan bermanfaat, Kau perbaiki dirimu, dan aku akan berusaha "sak poll kemampuanku" menjadi lebih baik lagi agar siputih tidak menguap menjadi abu-abu apalagi sampai menjadi hitam.

Yang pasti, waktu akan terus berjalan, kenangan akan terus tertera, perih mungkin saja hadir, tapi tawa juga pasti hadir, semua kemungkinan masih bisa terjadi, bukan berarti abu-abu.
Dengan sejuta harapan, dengan sejuta doa, dengan sejuta impian sederhana, ada kenyataan yang akan menunjukkan hasil dari semua kemungkinan itu.
"kita tau bahwa kita akan terkejut jika tak mampu bersatu", terkadang kenyataan tak menunjukkan hasil yang seperti diinginkan meski kita sangat berharap impian atau harapan itu akan terwujud.

Aku Akan Sanggup Memahami,

Aku Akan Sanggup Menuntunmu Kepada Yang Haq

Namun jika kenyataan berkata lain dikemudian hari

berjanjilah kau sanggup bahagia,
baik aku ada maupun aku tak ada disampingmu..