Yang Terbaik??



Aku punya sebuah petuah yang kudapat dari tempat lain, rasanya tak perlu kusebutkan dimana aku mendapatkannya.
Apa kalian masih ingat tentang kisah cinta Plato yang kuposting beberapa waktu lalu???
Ini adalah pesan dari kisah plato yang kuposting waktu itu, ada beberapa pesan, kau boleh membaca semuanya atau hanya beberapa pesan saja yang akan kau baca, itu murni menjadi hakmu teman.

1. Jika kau sedang mencari pasangan hidup.
Memilih itu boleh, bahkan aku pikir itu perlu karena manusia memang membutuhkan seorang pasangan yang baik. Tapi ingat, bahwa tak ada yang sempurna didunia ini. Dan jangan lupakan bahwa pasangan hidup itu adalah milikNya, jika kau memang ingin yang terbaik, maka cobalah berbicara kepadaNya agar kau diberikan yang terbaik karena hanya Dialah Yang Maha Tahu mana-mana yang terbaik untukmu. Lagi pula bukankah Dia telah merumuskannya "Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik." (Qs. An Nur:26). Jelas sekali bukan rumusnya, jika kau memang ingin mendapatkan yang baik, maka cobalah untuk menjadi baik, PANTASKAN DIRIMU!!!!


2. Jika kau sudah berpasangan namun belum menikah, Pacaran?
Yang ini aku kurang tau, kenapa manusia yang hidup masih saja ada yang memilih pasangan hidup namun enggan untuk melaksanakan ibadah menikah. Mungkin pertama kali mengenal pasanganmu sekarang, kau merasa dia adalah yang terbaik, kau menganggap ia adalah bunga paling indah, tapi setelah 10 tahun bersama bisa jadi kau baru sadar bahwa ia adalah bunga yang terlalu cepat untuk layu, atau bahkan mungkin kau akan terhenyak bahwa ia adalah bunga yang bagian dalamnya busuk. Diluar sana kau memang dihadapkan oleh banyak pilihan, seperti memilih bunga di taman bunga, akan tetapi ketika kau telah memilih, mungkin kau akan merasa tak puas akan apa yang telah kau pilih. Padahal belum tentu kau akan mendapatkan bunga yang lebih indah dari yang kau miliki sekarang. Akan sangat lebih baik jika kau memilikinya dengan benar apa yang telah kau miliki sekarang lalu merawatnya dengan baik agar tak kunjung layu.
Lebih baik kau mengetahui bahwa dia telah layu sebelum menikah daripada kau harus menerima shock setelah menikah karena ternyata dia adalah bunga yang layu. Tinggal bagaimana kau menerimanya, apakah kau akan mampu menerima kenyataan bahwa dia bukanlah bunga yang segar atau tidak. Tapi kau harus tau bahwa kau bisa saja mengusahakannya untuk melakukan perubahan pada pasanganmu, "Cinta Selalu Berjuang??". Dan jangan pernah menganggap bahwa takkan ada masalah dalam perjalanan cintamu, perjalanan cinta bukanlah perjalanan tanpa resiko. Justru ketika dalam perjalanan cintamu saat ini tidak ada masalah itulah hal yang berbahaya, karena bisa jadi perjalanan cintamu pernuh dengan kepura-puraan. Yang penting niat baik diantar pasangan, meskipun dalam tahap ini kau masih memiliki waktu untuk menentukan keputusan, aku sarankan kau segera mengabadikan perjalanan cintamu.


3. Jika kau sudah menikah
Dalam tahap ini, siapapun kau, berarti kau telah menentukan pilihan dengan jalan yang benar, dan kau tidak boleh menyesal terhadap apa yang telah kau pilih, karena sejatinyaitulah yang terbaik untukmu. Jangan khawatir, Dia akan selalu memperhatikan hambanya dan akan selalu menaikkan derajat hambanya yang bersyukur. Dan apapun yang terjadi pada hubunganmu dengannya, ingatlah selalu untuk berkomunikasi denganNya karena Dialah Yang Maha membolak-balikkan hati manusia.

Pesan diatas adalah pesan untuk postinganku yang berjudul "Cintanya Plato", tapi kini aku juga punya kisah yang serupa dengan Cintanya Plato, dan pesan diatas juga cocok untuk kisah berikut ini
======================================================================================
Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH dan MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH dan MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN dan SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, “Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?”

Jawab orang itu: “Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.”

Lalu tanya prajurit itu lagi: “Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?”

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis.”

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, “Hai orang kaya apa yang kau cari di sini. Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?”

Jawab orang kaya itu, “Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. ”

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, “Mengapa engkau diam di sini?. Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?’

Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,”Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?”

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, “Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ”

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: “Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.”

“Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu.” Tanya prajurit itu lagi.

“Tuan, emas dan kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yang tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tetapi satu hal yang saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yang lebih penting.” Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, “Mengapa bisa begitu?”

“Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.”

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya,

“Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil.”

“Tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?” Tanya prajurit lagi.

“Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YANG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni.”

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata, “Wahai rakyatku yang kukasihi. Semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.”

 Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, “Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang  memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya. ”

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
=======================================================================================

Siapapun kau, jadilah orang baik, karena dengan begitu kau akan mendapatkan yang baik pula.