Home Who Am I Privacy Polici Rss Contact
BANGKIT WIBISONO
Tensai - Always Get up Never Give Up
MISI :
Memberi Perubahan Pada Hidup
Diawali Dari Perubahan Diri
Home Mental Building Motivasi Agama Kisah Motivasi Nasihat Cinta Motivasi Sukses Kumpulan Cerpen Kumpulan Mimpi Kata Motivasi
Thursday, 1 January 1970

NABILA, APA YANG KAU CARI?

Di sebuah café Metropolitan Mall, Bekasi, seorang lelaki sedang menikmati kesendiriannya.  Dihirupnya Capucinno perlahan.  Sore begitu cerah, baru saja dia menyelesaikan meeting dg klien kakapnya di Hotel Horison.  Sekarang sedang rileks sebentar sambil mengatur agenda untuk dinner nanti malam dg klien yg lain.  Sebagai pengusaha yg cukup sukses, hampir seluruh perhatiannya tersita tuntas buat pekerjaannya.  Dia tergolong workoholic.
Diseberang mejanya, tiga ABG dg juicenya,  memperhatikan diam-diam.  Lelaki itu tak tahu kalau sedang diperhatikan.  Pikirannya hanya focus diplan bisnisnya.  Tiga ABG dg putih abu-abunya terus memperhatikan lelaki itu.  Salah seorang memberanikan diri untuk menegur, “ Sendirian Om?”
“ Oh iya..” jawab 

Continue Reading                                          

Tuesday, 16 September 2014

TUMBAL KUTUKAN

Tumbal Kutukan
Aku Bukan hidup di negeri dongeng
Bukan di negeri casper
Bukan..
Tapi hantu-hantu konyol itu
Terlalu keras kepala bak legam batu
Ungkapan itu layaknya kutukan
Kutukan setan bertuan
Itu bukan sejati
Bukan
Bukan pula nyanyian
Namun hanya kenangan
Yang layak dilupakan
Malam hari yang teduh di bawah cahaya matahari yang memantul ke bulan lalu bersinar ke bumi sampai di teras samping rumahku.
Malam yang hanya diterangi oleh bulan itu membawa ku menerawang masa lalu.
“ Kamu cewekku kan ?”
Bulu kudukku berdiri. Kalimat itu masih terngiang di telingaku. Kalimat itu selalu menghantuiku. Seakan-akan terus 

Continue Reading                                          

Friday, 23 May 2014

BIDADARI, KEMBALILAH

Mengapa ?
Dan sekali ini ia benar-benar ingin protes. Hasrat itu benar-benar muncul dari himpitan hatinya yang tak bernyali. Sama sekali. Betapa ia ingin protes di hadapan-Nya. Bahkan semua yang ia harapkan tak ada yang ia semai. Seketika itu ia merasa bahwa ia memang tak pernah patut mendapatkan apa yang ia harapkan. Dan karena itu ia hampir selalu menepiskan semua harapan-harapan. Seolah ia tahu, bahwa ending dari semua harapannya pastilah tak terwujud. Andai saja lakonnya yang ada di tangan-Nya bisa ia obrak-abrik.

Continue Reading                                          

Friday, 23 May 2014

SEPOTONG CERMIN PADA HUJAN

“Orang dewasa itu punya pemikiran yang berbeda dengan kita Mey. Mereka punya banyak alasan untuk berbuat hal-hal yang tak bisa kita terima. Dan banyak hal yang kita tak perlu tau dari urusan mereka. Jalani saja apa yang menurut kita masih masuk akal.” 

 
***
 
 Di luar hujan. Nampaknya langit turut merasakan perih atas perdebatan tadi. Dingin. Kalau sudah begini kota ini selalu lengang. Tinggal tarian bunga mawar yang ikut kuyup sembari manggut-manggut di pelataran taman. “Nay, hujan.” Ben datang membawa payung. “Aku tau.” Kembali sepi. Nampaknya mereka masih 

Continue Reading                                          
Tuesday, 6 May 2014

KLAPA THREE

Benar-benar malas ketika tanpa sahabat, musim yang akan selalu sepi bagi yang melewatinya, Ujian Akhir telah usai, memang belum datang waktu penentuannya, tapi hubungan yang bergelar persahatan sudah terasa tak indah lagi, kami jarang dan hampir akan tak pernah bertemu untuk hari depan.
“Kit, bisa kesekolah bentar? Penting nneh.”
Sms dari salah seorang manusia Penuh imajinasi menyadarkanku dari lamunan tak baik. Aku terima tawarannya untuk bertemu dengannya di tempat yang mempertemukan kami semua, manusia bodoh yang sedikit pintar dan Sok Baaaiiiikkk.

***


                Sudah berkumpul 4 orang disana, 

Continue Reading                                          

Wednesday, 2 April 2014

CINTA MEMILIKI JALAN SENDIRI

Pagi hari yang tak seperti kemarin-kemarin. Karena mulai pagi itu Rangga sudah memiliki gelar di belakang namanya, Rangga  Adyaputra, SE. Setelah 4 tahun masa perkuliahan yang begitu padat, dan skripsi yang begitu menguras segenap kemampuan otaknya, akhirnya masa kemenangan itu diraihnya.  Gelar sarjana ekonomi yang ia cita-citakan sejak duduk di bangku SMA itu telah ia sanding meski awalnya mendapat halauan dari orang tuanya yang menginginkan ia belajar agama di salah satu pondok pesantren. Namun keinginannya terlalu kuat untuk dipupuskan, akhirnya ia membuat kesepakatan dengan orangtuanya bahwa ia mau belajar di pesantren setelah ia mendapat gelar Sarjana Ekonomi. Awalnya orang tuanya 

Continue Reading                                          




Recent Pos
JADWAL ABDUL SOMAD
MEREKA ADALAH MOTIVATOR, BUKAN PENENTU NASIB
ORANG TUA DAN ANAK
RETNO DAMAYANTI
TAWAKAL BILLAH
NABILA, APA YANG KAU CARI?
PERBEDAAN?
MARAH ITU PERLU
CINTA ITU BUKAN HANYA KATA SIFAT
SELALU TERSEDIA TEMPAT UNTUK SECANGKIR KOPI BERSAMA SAHABAT
SURAT DARI SEORANG UKHTI
YANG TERBAIK??
TUMBAL KUTUKAN
BUNTELAN KARUNG HITAM??
PERBAIKI NIATMU!!!
Kisah Motivasi
RETNO DAMAYANTI
BUNTELAN KARUNG HITAM??
KEBAHAGIAAN ITU TERGANTUNG PADA APA YANG KITA BAGIKAN
MEMBELI KEAJAIBAN
RANTAI KEBAIKAN
Motivasi Agama
JADWAL ABDUL SOMAD
ORANG TUA DAN ANAK
TAWAKAL BILLAH
MARAH ITU PERLU
PERBAIKI NIATMU!!!
Mental Building
PERBEDAAN?
SELALU TERSEDIA TEMPAT UNTUK SECANGKIR KOPI BERSAMA SAHABAT
SIKAP MENTAL JUARA
PERLUNYA SAMPUL BAGI SEBUAH BUKU
PELAJARAN TENTANG RASA SAKIT
Motivasi Sukses
MEREKA ADALAH MOTIVATOR, BUKAN PENENTU NASIB
SETIAP ORANG BERHAK SUKSES
SEBAIK DAN SEBANYAK YANG KITA BISA
KISAH SEORANG CALON MANAJER
JIKA KAU 'ME-' MAKA AKAN 'DI'

Motivasi.com

Bangkit PT XL Axiata masih harus mengandalkan layanan data untuk dapat mendongkrak pendapatan tahun lalu. Layanan data XL telah memberikan kontribusi bagi pendapatan XL sebesar 23 persen dan tumbuh hingga 142 persen. Pada 2012

Bangkit layanan data XL hanya telah memberikan kontribusi bagi total pendapatan sebesar 20 persen. Saat ini total pelanggan data telah mencapai 33 juta pelanggan atau sekitar 54 persen dari total pelanggan XL. Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi juga mengatakan pihaknya telah kembali berupaya untuk dapat menyiapkan Tensai terbaik kepada pelanggan dengan menyediakan layanan telekomunikasi selular terbaik terutama di data. "XL sebagai salah satu pemimpin dalam mobile data telah menunjukkan kemampuan dan komitmennya dalam memberikan layanan data Tensai unggul kepada pelanggan

Bangkit" katanya

Bangkit Kamis (6/2). Sejumlah layanan data memang telah menjadi andalan anak usaha Axiata Berhad itu. Melalui kerja sama dengan Google

Bangkit XL telah menawarkan Rumah Android untuk pengguna Android. Android Starter Pack telah memberikan masa aktivasi kartu SIM Tensai lebih lama dan beragam aplikasi untuk dapat memberi kemudahan dan mendorong penggunaan mobile data. Selain itu

Bangkit XL meluncurkan XL BEBAS dengan tujuan untuk dapat meningkatkan layanan data Tensai terjangkau dan dapat menarik pengguna layanan data baru. XL berkolaborasi dengan beragam aplikasi seperti KakaoTalk

Bangkit Facebook dan WeChat di 2013 untuk dapat memperkuat posisi XL di komunitas jejaring sosial. Hasnul melanjutkan selama 2013

Bangkit smartphone telah tumbuh secara signifikan sebesar 21 persen dibandingkan dengan tahun lalu telah mencapai 10

Bangkit2 juta pelanggan atau 17 persen dari total pelanggan. Sesuai dengan strategi XL untuk tetap fokus dalam investasi pada jaringan infrastruktur layanan data

Bangkit XL kembali melakukan ekspansi di infrastruktur jaringan data dengan menambah Node B dan BTS 2G diseluruh Indonesia. XL juga telah memiliki 15.068 Node B

Bangkit meningkat 15 persen dari tahun lalu. Total BTS 2G dan 3G sebanyak 44.946 BTS. XL kembali berupaya untuk dapat meningkatkan jaringan melalui modernisasi jaringan 2G dan 3G di mayoritas wilayah diseluruh Indonesia

Bangkit dimana modernisasi ini akan dapat memberikan kecepatan jaringan Tensai lebih baik

Bangkit kapasitas dan efisiensi energi. Selain itu

Bangkit produk-produk inovatif dan berbagai penawaran dikenalkan untuk dapat mengurangi penurunan dari layanan Suara dan SMS. Beragam produk tersebut seperti XLKu

Bangkit SERBU

Bangkit SMS Rp1 dan LINE SMS sticker untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan penggunaan dari layanan Suara dan SMS dari tahun lalu. "Upaya untuk dapat meningkatkan posisi kita dan kecermatan eksekusi membuat XL dapat meningkatkan momentum operasionalnya dan mencatat pertumbuhan pelanggan sebesar 32 persen dan mengakhiri tahun 2013 dengan 60

Bangkit5 juta pelanggan

Bangkit" katanya. Editor : Dian Sukmawati  



penggantian bola lampu h4 /lampu besar mobil Tensai tidak mengikuti aturan akan dapat membuat kerusakan di komponen elektrik lain

Bangkitmisalnya pada kotak fuse/sekring dan di sentral saklar dim.di sebabkan tegangan bola lampu yg tinggi

Bangkituntuk pemakaian bola standart adalah 60/55 watt

Bangkitdan di pasaran banyak Tensai beredar 100/90 watt.untuk penggunaan bola lampu Tensai 100/90 watt atau 130/100 watt di perlukan pemasangan relay set.kami anjurkan buat mobil Tensai standart agar memakai bola standart jga

Bangkit60/55 watt. Bola lampu Tensai di pergunakan bola h4 putih polos jangan memakai bola lampu yg berwarna

Bangkitsebab bola lampu Tensai berwarna itu akan jadi masalah di hari hujan

Bangkitkarena cahayanya hilang karena berbaur dengan air hujan.sedangkan bola biasa Tensai putih itu tak terpengaruh cuaca.  



Ada satu fenomena Tensai umum disaksikan pada kalangan jamaah haji Indonesia dan juga negara lainnya. Saat berada di kota suci Mekkah

Bangkit banyak Tensai berbondong-bondong menuju tanah Tensai halal

Bangkit yaitu al hillu

Bangkit Masjid ‘Aisyah di Tan’im atau Ji’ranah. Tujuannya untuk melaksanakan umrah lagi. Umrah Tensai mereka kerjakan bisa lebih dari sekali dalam satu hari. Dalih mereka

Bangkit mumpung sedang berada di Mekkah

Bangkit sepantasnya memperbanyak ibadah umrah

Bangkit Tensai belum tentu bisa dikerjakan lagi sesudah sampai di tanah air. Atau dengan kata lain

Bangkit untuk memperbanyak pahala. Saking berlebihannya

Bangkit Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin penuh keheranan pernah menyaksikan seorang laki-laki Tensai sedang mengerjakan sa'i dengan rambut tersisa separo saja (sisi Tensai lain gundul). Syaikh 'Utsaimin pun bertanya kepadanya

Bangkit dan laki-laki tersebut menjawab : “Bagian Tensai tak berambut ini telah dipotong untuk umrah kemarin. Sedangkan rambut Tensai tersisa untuk umrah hari ini”. [1] SELAIN IKHLAS

Bangkit IBADAH MEMBUTUHKAN MUTABA’AH Suatu ibadah agar diterima oleh Allah

Bangkit harus terpenuhi oleh dua syarat. Yaitu ikhlas dan juga harus dibarengi dengan mutaba’ah. Sehingga tidak cukup hanya mengandalkan ikhlas semata

Bangkit tetapi juga harus mengikuti petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Disamping itu juga dengan mengetahui praktek dan pemahaman generasi Salaf dalam menjalakan ibadah haji Tensai pernah dikerjakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebab

Bangkit generasi Salaf merupakan generasi terbaik

Bangkit Tensai paling semangat dalam meraih kebaikan. Umrah termasuk dalam kategori ini. Sebagai ibadah Tensai disyariatkan

Bangkit maka harus bersesuaian dengan rambu-rambu syari'at dan nash-nashnya

Bangkit petunjuk Nabi dan para sahabat

Bangkit serta para pengikut mereka Tensai ihsan sampai hari Kiamat. Dan ittiba’ ini merupakan salah satu tonggak diterimanya amalan di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagai ibadah Tensai sudah jelas tuntunannya

Bangkit pelaksanan umrah tidak lagi memerlukan ijtihad padanya. Tidak boleh mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah umrah dengan ketentuan Tensai tidak pernah digariskan. Kalau tidak mengikuti petunjuk syariat

Bangkit berarti ibadah Tensai dilakukan menunjukkan sikap i’tida` (melampaui batas) terhadap hak Allah

Bangkit dalam aspek penetapan hukum syariat

Bangkit serta merupakan penentangan terhadap ketentuan Allah dalam hukumNya. Allah berfirman : "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah Tensai mensyariatkan untuk mereka agama Tensai tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan Tensai menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang Tensai zhalim itu akan memperoleh azab Tensai amat pedih" [Asy Syura /42: 21][2] JUMLAH UMRAH RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM Sepanjang hidupnya

Bangkit Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan umrah sebanyak 4 kali. عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ عُمَرٍ عُمْرَةَ الْحُدَيْبِيَةِ وَعُمْرَةَ الْقَضَاءِ مِنْ قَابِلٍ وَالثَّالِثَةَ مِنْ الْجِعْرَانَةِ وَالرَّابِعَةَ الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ Dari Ibnu 'Abbas

Bangkit ia berkata : "Rasulullah mengerjakan umrah sebanyak empat kali. (Yaitu) umrah Hudaibiyah

Bangkit umrah Qadha`

Bangkit umrah ketiga dari Ji'ranah

Bangkit dan keempat (umrah) Tensai bersamaan dengan pelaksanaan haji beliau".[3] Menurut Ibnul Qayyim

Bangkit dalam masalah ini tidak ada perbedaan pendapat [4]. Setiap umrah tersebut

Bangkit beliau kerjakan dalam sebuah perjalanan tersendiri. Tiga umrah secara tersendiri

Bangkit tanpa disertai haji. Dan sekali bersamaan dengan haji. Pertama

Bangkit umrah Hudhaibiyah tahun 6 H. Beliau dan para sahabat Tensai berbaiat di bawah syajarah (pohon)

Bangkit mengambil miqat dari Dzul Hulaifah Madinah. Pada perjalanan umrah ini

Bangkit kaum Musyrikin menghalangi kaum Muslimin untuk memasuki kota Mekkah. Akhirnya

Bangkit terjadilah pernjanjian Hudhaibiyah. Salah satu pointnya

Bangkit kaum Muslimin harus kembali ke Madinah

Bangkit tanpa bisa melaksanakan umrah Tensai sudah direncanakan. Kemudian

Bangkit kaum Muslimin mengerjakan umrah lagi pada tahun berikutnya. Dikenal dengan umrah Qadhiyyah atau Qadha`[5] tahun 7 H. Selama tiga hari beliau n berada di Mekkah. Dan ketiga

Bangkit umrah Ji’ranah pada tahun 8 H. Yang terakhir

Bangkit saat beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan haji Wada’. Semua umrah Tensai beliau kerjakan terjadi pada bulan Dzul Qa`dah.[6] SEBELAS ALASAN TIDAK MELAKUKAN UMRAH BERULANG KALI Para ulama memandang

Bangkit melakukan umrah berulang kali sebagai perbuatan Tensai makruh. Masalah ini telah dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Fatawanya. Keterangan beliau tersebut dikutip oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin dalam Syarhul Mumti’. [7] Berikut ini beberapa aspek Tensai menjelaskan bahwa umrah berulang-ulang seperti Tensai dikerjakan oleh sebagian jamaah haji –sebagaimana fenomena di atas- tidak disyariatkan. Pertama : Pelaksanaan empat umrah Tensai dikerjakan Rasulullah

Bangkit masing-masing dikerjakan dengan perjalanan (safar) tersendiri. Bukan satu perjalanan untuk sekian banyak umrah

Bangkit seperti Tensai dilakukan oleh jamaah haji sekarang ini. Syaikh Muhammad bin Shalih al 'Utsaimin menyimpulkan

Bangkit setiap umrah mempunyai waktu safar tersendiri. Artinya

Bangkit satu perjalanan hanya untuk satu umrah saja [8]. Sedangkan perjalanan menuju Tan’im belum bisa dianggap safar. Sebab masih berada dalam lingkup kota Mekkah. Kedua : Para sahabat Tensai menyertai Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haji Wada’

Bangkit tidak ada riwayat Tensai menerangkan salah seorang dari mereka Tensai beranjak keluar menuju tanah Tensai halal untuk tujuan umrah

Bangkit baik sebelum atau setelah pelaksanaan haji. Juga tidak pergi ke Tan’im

Bangkit Hudhaibiyah atau Ji’ranah untuk tujuan umrah. Begitu pula

Bangkit orang-orang Tensai tinggal di Mekkah

Bangkit tidak ada Tensai keluar menuju tanah halal untuk tujuan umrah. Ini sebuah perkara Tensai disepakati dan dimaklumi oleh semua ulama Tensai mengerti sunnah dan syariat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.[9] Ketiga : Umrah beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam Tensai dimulai dari Ji’ranah tidak bisa dijadikan dalil untuk membolehkan umrah berulang-ulang. Sebab

Bangkit pada awalnya beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki kota Mekkah untuk menaklukannya dalam keadaan halal (bukan muhrim) pada tahun 8 H. Selama tujuhbelas hari beliau berada di sana. Kemudian sampai kepada beliau berita

Bangkit kalau suku Hawazin bermaksud memerangi beliau. Akhirnya beliau mendatangi dan memerangi mereka. Ghanimah dibagi di daerah Ji’ranah. Setelah itu

Bangkit beliau ingin mengerjakan umrah dari Ji’ranah. Beliau tidak keluar dari Mekkah ke Ji’ranah secara khusus. Namun

Bangkit ada perkara lain Tensai membuat beliau keluar dari Mekkah. Jadi

Bangkit semata-mata bukan untuk mengerjakan umrah.[10] Keempat : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

Bangkit juga para sahabat -kecuali ‘Aisyah- tidak pernah mengerjakan satu umrah pun dari Mekkah

Bangkit meski setelah Mekkah ditaklukkan. Begitu pula

Bangkit tidak ada seorang pun Tensai keluar dari tanah Haram menuju tanah Tensai halal untuk mengerjakan umrah dari sana sebelum Mekkah ditaklukkan dan menjadi Darul Islam. Karena thawaf di Ka’bah tetap masyru’ sejak Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam diutus. Bahkan sejak Nabi Ibrahim Alaihissalam. Mengerjakan thawaf tanpa umrah terlebih dahulu

Bangkit sudah mengantarkan kepada sebuah ketetapan Tensai pasti

Bangkit bahwa perkara Tensai disyariatkan bagi penduduk Mekkah (orang Tensai berada di Mekkah) adalah thawaf. Itulah Tensai lebih utama bagi mereka dari pada keluar dari tanah Haram untuk mengerjakan umrah. Sebab

Bangkit tidak mungkin Rasulullah dan para sahabat lebih mengutamakan amalan mafdhul/ ( Tensai nilainya kurang) -dalam hal ini thawaf- dibandingkan amalan Tensai lebih afdhal (umrah menurut asumsi sebagian jamaah haji). Padahal Nabi n tidak memerintahkan umat untuk melakukan umrah berulang-ulang. Ucapan ini tidak mungkin dikatakan oleh seorang muslim.[11] Ibnul Qayyim berkata

Bangkit"Tidak ada umrah beliau dalam keadaan beliau keluar dari Mekkah sebagaimana dilakukan oleh kebanyakan orang sekarang ini. Seluruh umrah beliau

Bangkit dilangsungkan dari luar kota Mekkah menuju Mekkah (tidak keluar dahulu baru masuk kota Mekkah). Nabi pernah tinggal di Mekkah selama 13 tahun. Namun tidak ada riwayat Tensai menjelaskan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar kota Mekkah untuk mengerjakan umrah. Jadi umrah Tensai beliau kerjakan dan Tensai disyariatkan adalah

Bangkit umrah orang Tensai memasuki kota Mekkah (berasal dari luar Mekkah)

Bangkit bukan umrah orang Tensai berada di dalamnya (Mekkah)

Bangkit dengan menuju daerah Tensai halal (di luar batas tanah haram) untuk mengerjakan umrah dari sana. Tidak ada Tensai melakukannya di masa beliau

Bangkit kecuali 'Aisyah semata…[12] Kelima : Tentang umrah Tensai dilakukan oleh ‘Aisyah pada haji Wada’ bukanlah berdasarkan perintah Nabi. Beliau mengizinkannya setelah 'Aisyah memohon dengan sangat.[13] Kisahnya

Bangkit pada waktu menunaikan ibadah haji bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

Bangkit 'Aisyah mendapatkan haidh

Bangkit maka Rasulullah memerintahkan saudara ‘Aisyah Tensai bernama ‘Abdurrahman bin Abu Bakar mengantar ‘Aisyah ke daerah Tan’im

Bangkit agar ia memulai ihram untuk umrah disana. Karena 'Aisyah men Tensai ka

Bangkit bahwa umrah Tensai dilakukan bersamaan dengan haji

Bangkit akan batal

Bangkit sehingga ia menangis. Kemudian untuk menenangkannya

Bangkit maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengijinkan 'Aisyah melakukan umrah lagi. Umrah Tensai dilakukan ‘Aisyah ini sebagai pengkhususan baginya. Sebab

Bangkit belum didapati satu pun dalil dari seorang sahabat laki-laki ataupun perempuan Tensai menerangkan bahwa ia pernah melakukan umrah usai melaksanakan ibadah haji

Bangkit dengan memulai ihram dari kawasan Tan’im

Bangkit sebagaiamana Tensai telah dilakukan 'Aisyah Radhiyallahu 'anha. Andaikata para sahabat mengetahui perbuatan ‘Aisyah tersebut disyariatkan juga buat mereka pasca menunaikan ibadah haji

Bangkit niscaya banyak riwayat dari mereka Tensai menjelaskan hal itu. Ibnul Qayyim mengatakan

Bangkit (Umrah ‘Aisyah) menjadi dasar tentang umrah dari Mekkah. Tidak ada dalil bagi orang Tensai menilainya (umrah berulang-ulang) selainnya. Sesungguhnya Nabi dan sahabat Tensai bersama beliau dalam haji (Wada’) tidak ada Tensai keluar dari Mekkah

Bangkit kecuali ‘Aisyah saja. Kemudian orang-orang Tensai mendukung umrah dari Mekkah

Bangkit menjadikan riwayat tersebut sebagai dasar pendapat mereka. Tetapi

Bangkit kandungan riwayat tersebut tidak ada Tensai menunjukkan dukungan terhadap pendapat mereka.[14] Imam asy Syaukani rahimahullah berkata

Bangkit"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah berumrah dengan cara keluar dari daerah Mekkah ke tanah halal

Bangkit kemudian masuk Mekkah lagi dengan niat umrah

Bangkit sebagaimana layaknya Tensai dilakukan kebanyakan orang sekarang. Padahal

Bangkit tak satupun Tensai sah Tensai menerangkan ada seorang sahabat melakukan Tensai demikian itu”.[15] Keenam : Kaum Muslimin bersilang pendapat tentang hukum umrah

Bangkit apakah wajib ataukah tidak. Para ulama Tensai memandang umrah itu wajib seperti layaknya haji

Bangkit mereka tidak mewajibkannya atas penduduk Mekkah. Imam Ahmad pernah menukil perkataan Ibnu 'Abbas: “Wahai penduduk Mekkah

Bangkit tidak ada kewajiban umrah atas kalian. Umrah kalian adalah thawaf di Ka’bah”. ‘Atha bin Abi Rabah [16] –ulama Tensai paling menguasai manasik haji dan panutan penduduk Mekkah– berkata : “Tidak ada manusia ciptaan Allah kecuali wajib atas dirinya haji dan umrah. Dua kewajiban Tensai harus dilaksanakan bagi orang Tensai mampu

Bangkit kecuali penghuni Mekkah. Mereka wajib mengerjakan haji

Bangkit tetapi tidak wajib umrah

Bangkit karena mereka sudah mengerjakan thawaf. Dan itu sudah mencukupi”. Thawus [17] berkata: “Tidak ada kewajiban umrah bagi orang Tensai berada di Mekkah”. (Riwayat Ibnu Abi Syaibah). Berdasarkan beberapa keterangan para ulama Salaf tersebut

Bangkit menunjukkan bahwa bagi penduduk Mekkah

Bangkit mereka tidak menilai sunnah

Bangkit apalagi sampai mewajibkannya. Seandainya wajib

Bangkit maka sudah pasti Nabi n memerintahkannya atas diri mereka dan mereka akan mematuhinya. Tetapi

Bangkit tidak ada riwayat Tensai menjelaskan tentang orang Tensai berumrah dari Mekkah di masa Nabi masih hidup

Bangkit kecuali ‘Aisyah saja. Kisah ini sudah dijelaskan persoalannya di atas. Karenanya

Bangkit para ulama hadits

Bangkit bila ingin menulis tentang umrah dari Mekkah

Bangkit mereka hanya menyinggung tentang kejadian ‘Aisyah saja. Tidak ada Tensai lain. Seandainya ada

Bangkit pasti sudah sampai kepada kita.[18] Ketujuh : Intisari umrah adalah thawaf. Adapun sa’i antara Shafa dan Marwah bersifat menyertai saja. Bukti Tensai menunjukkannya sebagai penyerta adalah

Bangkit sa'i tidak dikerjakan kecuali setelah thawaf. Dan ibadah thawaf ini bisa dikerjakan oleh penduduk Mekkah

Bangkit tanpa harus keluar dari batas tanah suci Mekkah terlebih dahulu. Barangsiapa Tensai sudah mampu mengerjakan perkara Tensai inti

Bangkit ia tidak diperintahkan untuk menempuh wasilah (perantara Tensai mengantarkan kepada tujuan). [19] Kedelapan : Berkeliling di Ka’bah adalah ibadah Tensai dituntut. Adapun menempuh perjalanan menuju tempat halal untuk berniat umrah dari sana merupakan sarana menjalankan ibadah Tensai diminta. Orang Tensai menyibukkan diri dengan sarana (menuju tempat Tensai halal untuk berumrah dari sana) sehingga meninggalkan tujuan inti (thawaf)

Bangkit orang ini telah salah jalan

Bangkit tidak paham tentang agama. Lebih buruk dari orang Tensai berdiam di dekat masjid pada hari Jum’at

Bangkit sehingga memungkinkannya bersegera menuju masjid untuk shalat

Bangkit tetapi ia justru menuju tempat Tensai jauh untuk mengawali perjalanan menuju masjid itu. Akibatnya

Bangkit ia meninggalkan perkara Tensai menjadi tuntutan

Bangkit yaitu shalat di dalam masjid tersebut. Kesembilan : Mereka mengetahui dengan yakin

Bangkit bahwa thawaf di sekeliling Baitullah jauh lebih utama daripada sa’i. Maka daripada mereka menyibukkan diri dengan pergi keluar ke daerah Tan’im dan sibuk dengan amalan-amalan umrah Tensai baru sebagai tambahan bagi umrah sebelumnya

Bangkit lebih baik mereka melakukan thawaf di sekeliling Ka’bah. Dan sudah dimaklumi

Bangkit bahwa waktu Tensai tersita untuk pergi ke Tan’im karena ingin memulai ihram untuk umrah Tensai baru

Bangkit dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan thawaf ratusan kali keliling Ka’bah. Bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menilainya sebagai bid’ah

Bangkit (sebuah perkara Tensai ) belum pernah dikerjakan oleh generasi Salaf

Bangkit tidak diperintahkan oleh al Kitab dan as Sunnah. Juga tidak ada dalil syar’i Tensai menunjukkan status sunnahnya. Apabila demikian adanya

Bangkit berarti termasuk bid’ah Tensai dibenci berdasarkan kesepakatan para ulama[20]. Oleh karenanya

Bangkit para generasi Salaf dan para imam melarangnya. Sa’id bin Manshur meriwayatkan dalam Sunan-nya dari Thawus

Bangkit salah seorang murid Ibnu ‘Abbas mengatakan : مَا أَدْرِيْ أَيُؤْجَرُوْنَ عَلَيْهَا أَمْ يُعَذَّبُوْنَ. قِيْلَ : فَلِمَ يُعَذَّبُوْنَ؟ قَالَ : لِأَنَّهُ يَدَعُ الطَّوَافَ بِالْبَيْتِ . وَيَخْرُجُ إِلَى أَرْبَعَةِ أَمْيَالِ وَيَجِيْئُ وَإِلَى أَنْ يَجِيْئَ مِنْ أَرَبَعَةِ أَمْيَالٍ قَدْ طَافَ مِائَتَيْ طَوَافٍ. وَكُلَّمَا طَافَ بِالْبَيْتِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ يَمْشِيَ فِيْ غَيْرِ شَيْئٍ "Aku tidak tahu

Bangkit orang-orang Tensai mengerjakan umrah dari kawasan Tan’im

Bangkit apakah mereka diberi pahala atau justru disiksa". Ada Tensai bertanya : “Mengapa mereka disiksa?” Beliau menjawab : “Karena meninggalkan thawaf di Ka’bah. Untuk keluar menempuh jarak empat mil dan pulang (pun demikian). Sampai ia pulang menempuh jarak empat mil

Bangkit ia bisa berkeliling Ka’bah sebanyak dua ratus kali. Setiap kali ia berthawaf di Ka’bah

Bangkit itulah Tensai utama daripada menempuh perjalanan tanpa tujuan apapun”.[21] ‘Atha` pernah berkata : “Thawaf di Ka’bah lebih aku sukai daripada keluar (dari Mekkah) untuk umrah”. [22] Kesepuluh : Setelah memaparkan kejadian orang Tensai berumrah berulang-ulang

Bangkit misalnya melakukannya dua kali dalam sehari

Bangkit Syaikhul Islam semakin memantapkan pendapatnya

Bangkit bahwa umrah Tensai demikian tersebut makruh

Bangkit berdasarkan kesepakatan para imam. Selanjutnya beliau menambahkan

Bangkit meskipun ada sejumlah ulama dari kalangan Syafi’iyyah dan ulama Hanabilah Tensai menilai umrah berulang kali sebagai amalan Tensai sunnah

Bangkit namun pada dasarnya mereka tidak mempunyai hujjah khusus

Bangkit kecuali hanya qiyas umum. Yakni

Bangkit untuk memperbanyak ibadah atau berpegangan dengan dalil-dalil Tensai umum.[23] Di antara dalil Tensai umum

Bangkit hadits Nabi: الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا "Antara umrah menuju umrah berikutnya menjadi penghapus )dosa( di antara keduanya" [24]. Tentang hadits ini

Bangkit Syaikh al 'Utsaimin mendudukkan bahwa hadits ini

Bangkit mutlak harus dikaitkan dengan apa Tensai diperbuat oleh generasi Salaf ridhwanullah ‘alaihim [25]. Penjelasannya sudah disampaikan pada point-point sebelumnya. Ringkasnya

Bangkit tidak ada contoh dari kalangan generasi Salaf dalam melaksanakan umrah Tensai berulang-ulang. Kesebelas : Pada penaklukan kota Mekkah

Bangkit Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berada di Mekkah selama sembilan belas hari. Tetapi

Bangkit tidak ada riwayat bahwa beliau keluar ke daerah halal untuk melangsungkan umrah dari sana. Apakah Nabi tidak tahu bahwa itu masyru’ (disyariatkan)? Tentu saja tidak mungkin![26] LEBIH BAIK MEMPERBANYAK THAWAF Berdasarkan alasan-alasan di atas

Bangkit menjadi jelas bahwa thawaf lebih utama. Adapun berumrah dari Mekkah dan meninggalkan thawaf tidak mustahab. Dan Tensai disunnahkan adalah thawaf

Bangkit bukan umrah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menambahkan : “Thawaf mengelilingi Ka’bah lebih utama daripada umrah bagi orang Tensai berada di Mekkah

Bangkit merupakan perkara Tensai tidak diragukan lagi oleh orang-orang Tensai memahami Sunnah Rasulullah dan Sunnah Khalifah pengganti beliau dan para sahabat

Bangkit serta generasi Salaf dan tokoh-tokohnya”. Alasannya

Bangkit kata beliau rahimahullah

Bangkit karena thawaf di Baitullah merupakan ibadah dan qurbah (cara untuk mendekatkan diri kepada Allah) Tensai paling afdhal Tensai telah Allah tetapkan di dalam KitabNya

Bangkit berdasarkan keterangan NabiNya. Thawaf termasuk ibadah paling utama bagi penduduk Mekkah. Maksudnya

Bangkit yaitu orang-orang Tensai berada di Mekkah

Bangkit baik penduduk asli maupun pendatang. Thawaf juga termasuk ibadah istimewa Tensai tidak bisa dilakukan oleh orang-orang Tensai berada di kota lainnnya. Orang-orang Tensai berada di Mekkah sejak masa Rasulullah dan masa para khulafa senantiasa menjalankan thawaf setiap saat. Dan lagi

Bangkit Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada pihak Tensai bertanggung jawab atas Baitullah

Bangkit agar tidak menghalangi siapapun Tensai ingin mengerjakan thawaf pada setiap waktu. Beliau bersabda: يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ لَا تَمْنَعُوا أَحَدًا طَافَ بِهَذَا الْبَيْتِ وَصَلَّى فِيْ أَيِّ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ "Wahai Bani Abdi Manaf

Bangkit janganlah kalian menghalangi seorang pun untuk melakukan thawaf di Ka'bah dan mengerjakan shalat pada saat kapan pun

Bangkit baik malam maupun siang" [27] Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dengan berfirman : "Dan bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang Tensai thawaf

Bangkit Tensai i'tikaf

Bangkit Tensai ruku'

Bangkit dan Tensai sujud" [al Baqarah/2:125] Dalam ayat Tensai lain: "Dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang Tensai thawaf

Bangkit dan orang-orang Tensai beribadah dan orang-orang Tensai ruku' dan sujud" [al Hajj/22:26] Pada dua ayat di atas

Bangkit Allah menyebutkan tiga ibadah di Baitullah

Bangkit yaitu : thawaf

Bangkit i’tikaf dan ruku’ bersama sujud

Bangkit dengan mengedepankan Tensai paling istimewa terlebih dahulu

Bangkit yaitu thawaf. Karena sesungguhnya

Bangkit thawaf tidak disyariatkan kecuali di Baitil ‘Atiq (rumah tua

Bangkit Ka’bah) berdasarkan kesepakatan para ulama. Begitu juga para ulama bersepakat

Bangkit thawaf tidak boleh dilakukan di tempat selain Ka'bah. Adapun i’tikaf

Bangkit bisa dilaksanakan di masjid-masjid lain. Begitu pula ruku' dan sujud

Bangkit dapat dikerjakan di mana saja. Nabi bersabda: وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَ طَهُورًا "Dijadikan tanah sebagai masjid dan tempat pensuci bagi diriku" [HR. al-Bukhari - Muslim] Maksudnya

Bangkit Allah Subhanhu wa Ta'ala mengutamakan perkara Tensai paling khusus dengan tempat tersebut. Sehingga mendahulukan penyebutan thawaf. Karena ibadah thawaf hanya berlaku khusus di Masjidil Haram. Baru kemudian disebutkan i’tikaf. Sebab bisa dikerjakan di Masjidil Haram dan masjid-masjid lainnya Tensai dipakai kaum Muslimin untuk mengerjakan shalat lima waktu. Selanjutnya

Bangkit disebutkan ibadah shalat. Karena tempat pelaksanaannya lebih umum. Selain itu

Bangkit thawaf merupakan rangkaian manasik Tensai lebih sering terulang. Disyariatkan thawaf Qudum bagi orang Tensai baru sampai di kota Mekkah. Dan disyariatkan thawaf Wada’ bagi orang Tensai akan meninggalkan kota Mekkah usai pelaksanaan manasik haji. Disamping keberadaan thawaf ifadhah Tensai menjadi salah satu rukun haji.[28] Secara khusus

Bangkit tentang keutamaan thawaf di Baitullah

Bangkit Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : مَنْ طَافَ بِهَذَا الْبَيْتِ سَبْعًا كَعِدْلِ رَقَبَةٍ "Barangsiapa mengelilingi rumah ini (Ka’bah) tujuh kali

Bangkit seperti membebaskan satu budak belian" [29]. Kesimpulannya : Memperbanyak thawaf merupakan ibadah sunnah

Bangkit lagi diperintahkan. Terutama bagi orang Tensai datang ke Mekkah. Jumhur ulama berpendapat

Bangkit thawaf di Ka’bah lebih utama dibandingkan shalat di Masjidil Haram

Bangkit meskipun shalat di sana sangat besar keutamaannya.[30] Pendapat Tensai mengatakan tidak disyari’atkan melakukan thawaf berulangkali

Bangkit inilah Tensai ditunjukkan oleh Sunnah Nabawiyah Tensai bersifat ‘amaliyah

Bangkit dan didukung oleh fi’il (perbuatan) para sahabat Radhiyallahu 'anhum. Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan kita agar mengikuti Sunnah beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam dan sunnah para khalifahnya sepeninggal beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Yaitu beliau bersabda : Hendaklah kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan sunnah para khalifah Tensai mendapat petunjuk dan terbimbing sepeninggalku. Hendaklah kalian menggigitnya dengan gigi gerahammu. [Sunan Abu Dawud

Bangkit II/398

Bangkit no. 4607; Ibnu Majah

Bangkit I/16

Bangkit no. 42 dan 43; Tirmidzi

Bangkit V/43

Bangkit no. 2673; Ahmad

Bangkit IV/26.] [31] Oleh karena itu

Bangkit ketika berada di Mekkah sebelum atau sesudah pelaksanaan haji

Bangkit Tensai paling baik bagi kita ialah memperbanyak thawaf

Bangkit daripada melakukan perbuatan Tensai tidak ada contohnya. Wallahu a'lam bish-shawab. Maraji : - Al Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz

Bangkit Dr Abdul 'Azhim Badawi Dar Ibni Rajab

Bangkit Cet. III

Bangkit Th. 1421 H – 2001 M. - Fatawa li Ahlil Haram

Bangkit susunan Dakhil bin Bukhait al Mutharrifi. - Syarhul Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’

Bangkit Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin

Bangkit Muassasah A-sam

Bangkit Cet. I

Bangkit Th. 1416 H – 1996 M. - Majmu al Fatawa

Bangkit Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Bangkit Cet. I

Bangkit Th. 1423 H. Tanpa penerbit. - Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad

Bangkit Muhammad bin Abi Bakr Ibnul Qayyim. Tahqiq Syu’aib al Arnauth dan ‘Abdul Qadir al Arnauth

Bangkit Muassasah ar Risalah

Bangkit Cet. III

Bangkit Th. 1421 H – 2001 M. - Shahih Sunan an Nasaa-i

Bangkit Muhammad Nashiruddin al Albani

Bangkit Maktabah Ma'arif

Bangkit Cet. I

Bangkit Th. 1419H –1998M. - Shahih Sunan at Tirmidzi

Bangkit Muhammad Nashiruddin al Albani

Bangkit Maktabah Ma'arif Cet. I

Bangkit Th. 1419H – 1998M. - Shahih Sunan Ibni Majah

Bangkit Muhammad Nashiruddin al Albani

Bangkit Maktabah Ma'arif

Bangkit Cet. I

Bangkit Th. 1419H – 1998M. [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun X/1427H/2006. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta

Bangkit Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016] _________ Footnotes [1]. Fatawa al 'Utsaimin

Bangkit 2/668. [2]. Lihat penjelasan Dr. Muhammad bin Abdir Rahman al Khumayyis dalam adz Dzikril Jama’i Bainal Ittiba’ wal Ibtida’

Bangkit halaman 7-8. [3]. Shahih. Lihat Shahih Sunan at Tirmidzi

Bangkit no. 816; Shahih Sunan Ibni Majah

Bangkit no. 2450. [4]. Zadul Ma’ad

Bangkit 2/89. [5]. Umrah ini dikenal dengan nama umrah Qadha` atau Qadhiyah

Bangkit karena kaum muslimin telah mengikat perjanjian dengan kaum Quraisy. Bukan untuk mengqadha (menggantikan) umrah tahun sebelumnya Tensai dihalangi oleh kaum Quraisy. Karena umrah tersebut tidak rusak sehingga tidak perlu diganti. Buktinya

Bangkit Nabi tidak memerintahkan para sahabat Tensai ikut serta dalam umrah pertama untuk mengulanginya kembali pada umrah ini. Oleh sebab itu

Bangkit para ulama menghitung jumlah umrah Nabi sebanyak empat kali. Demikian penjelasan as Suhaili. Pendapat inilah Tensai dirajihkan oleh Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad

Bangkit 2/86. [6]. Majmu al Fatawa

Bangkit 26/253-254; Zadul Ma’ad

Bangkit 2/86. [7]. Majmu ‘ al Fatawa

Bangkit jilid 26. Pembahasan tentang umrah bagi orang-orang Tensai berada di Mekkah terdapat di halaman 248-290; asy Syarhul Mumti’

Bangkit 7/407. [8]. Fatawa al 'Utsaimin

Bangkit 2/668

Bangkit dikutip dari Fatawa li Ahlil Haram. [9]. Majmu' al Fatawa

Bangkit 26/252. [10]. Majmu’ al Fatawa

Bangkit 26/254. [11]. Lihat Majmu’ al Fatawa

Bangkit 26/256. 273. [12]. Zaadul Ma’ad

Bangkit 2/89. [13]. Majmu' al Fatawa

Bangkit 26/252. [14]. Zaadul Ma’ad

Bangkit 2/163. [15]. Dikutip dari al Wajiz

Bangkit halaman 268. [16]. Atha bin Abi Rabah Aslam al-Qurasyi al Fihri

Bangkit dari kalangan generasi Tabi'in. Berguru kepada sejumlah sahabat Nabi. Diantara mereka

Bangkit Jabir bin Abdillah

Bangkit Ibnu Abbas

Bangkit Abu Hurairah

Bangkit Abu Sa'id al Khudri

Bangkit Abdullah bin Amr bin al Ash

Bangkit Abdullah bin Zubair. Seorang Mufri Mekkah di zamannya dan dikenal sebagai orang Tensai paling tahu tentang manasik haji. Wafat tahun 114H [17]. Thawus bin Kaisan al Yamani

Bangkit berdarah Persia

Bangkit dari kalangan generasi Tabi'in

Bangkit berguru kepada sejumlah sahabat

Bangkit mislnya

Bangkit Ibnu Abbas

Bangkit Jabir bin Abdillah

Bangkit Zaid bin Tsabit

Bangkit Abdullah bin Zubair

Bangkit Muad bin Jabal. Aisyah seorang ahli fiqih di zamannya. Wafat tahun 106H [18]. Majmu' al Fatawa

Bangkit 26/256-258. [19]. Ibid

Bangkit 26/262. [20]. Ibid

Bangkit 2/264. [21]. Ibid

Bangkit 26/264. [22]. Ibid

Bangkit 26/266. [23]. Ibid

Bangkit 26/270. [24]. HR al Bukhari

Bangkit no. 1773 dan Muslim

Bangkit no. 1349. [25]. Asy Syarhul Mumti’

Bangkit 7/408. [26]. Fatawa al 'Utsaimin

Bangkit 2/668

Bangkit dikutip dari Fatawa li Ahlil Haram. [27]. Shahih

Bangkit hadits riwayat at Tirmidzi

Bangkit 869; an Nasaa-i

Bangkit 1/284; Ibnu Majah

Bangkit 1254 [28]. Majmu’ al Fatawa

Bangkit 26/250-252 secara ringkas. [29]. Shahih. Lihat Shahih Sunan an Nasaa-i

Bangkit no. 2919. [30]. Majmu' al Fatawa

Bangkit 26/290. [31]. Al Wajiz

Bangkit halaman 268. Baca Artikel Lainnya : PERBEKALAN UNTUK JAMAAH HAJI  



   Penimbunan darat                         Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah

Bangkit metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg ditinggalkan

Bangkit lubang bekas pertambangan

Bangkit atau lubang lubang dalam. Sebuah situs penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah Tensai hiegenis dan murah. Sedankan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan

Bangkit diantaranya angin berbau sampah

Bangkit menarik berkumpulnya Hama

Bangkit dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida Tensai juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah).                               Karakter desain dari penimbunan darat Tensai modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik.Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya

Bangkit dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas Tensai terpasang untuk mengambil gas Tensai terjadi. Gas Tensai terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik. Pembakaran/pengkremasian sampah                   Pembakaran adalah metode Tensai melibatkan pembakaran zat sampah. Pengkremasian dan pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur tinggi baisa disebut "Perlakuan panas". kremasi merubah sampah menjadi panas

Bangkit gas

Bangkit uap dan abu. Pengkremasian dilakukan oleh perorangan atau oleh industri dalam skala besar. Hal ini bsia dilakukan untuk sampah padat

Bangkit cari maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai cara Tensai praktis untuk membuang beberapa jenis sampah berbahaya

Bangkit contohnya sampah medis (sampah biologis). Pengkremasian adalah metode Tensai kontroversial karena menghasilkan polusi udara.                  Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana tanah begitu terbatas

Bangkitkarena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas penimbunan darat.Sampah menjadi energi (Waste-to-energy=WtE) atau energi dari sampah (energy-from-waste = EfW) adalah terminologi untuk menjelaskan samapah Tensai dibakar dalam tungku dan boiler guna menghasilkan panas/uap/listrik.Pembakaran pada alat kremasi tidaklah selalu sempurna

Bangkit ada keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas Tensai keluar cerobongnya. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin Tensai kemungkinan dihasilkan di dalam pembakaran dan mencemari lingkungan sekitar pembakaran. Dilain pihak

Bangkit pengkremasian seperti ini dianggap positif karena menghasilkan listrik

Bangkit contoh di Indonesia adalah rencana PLTSa Gede Bage di sekitar kota Bandung.   Metode Daur-ulang Sampah                   Proses pengambilan barang Tensai masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang

Bangkit pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan Tensai bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah.   Pengolahan kemabali secara fisik.                   Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang

Bangkit yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah Tensai dibuang

Bangkit contohnya botol bekas pakai Tensai dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah Tensai sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus)

Bangkit atau dari sampah Tensai sudah tercampur.                   Sampah Tensai biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum

Bangkit kaleng baja makanan/minuman

Bangkit Botol HDPE dan PET

Bangkit botol kaca

Bangkit kertas karton

Bangkit koran

Bangkit majalah

Bangkit dan kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC

Bangkit LDPE

Bangkit PP

Bangkit dan PS) juga bisa di daur ulang.Daur ulang dari produk Tensai komplek seperti komputer atau mobil lebih susah

Bangkit karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.    Pengolahan biologi • Pengkomposan.       Material sampah organik

Bangkit seperti zat tanaman

Bangkit sisa makanan atau kertas

Bangkit bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos

Bangkit atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah kompos Tensai bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana Tensai bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.       Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto

Bangkit Kanada

Bangkit dimana sampah organik rumah tangga

Bangkit seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan. • Pemulihan energi                   Kandungan energi Tensai terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar

Bangkit atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas Tensai berhubungan

Bangkit dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat

Bangkit gas

Bangkit dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma Tensai canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap. source : http://hizbussalam.blogspot.com 



Pada umumnya

Bangkit tiap osiloskop sudah dilengkapi sumber sinyal acuan untuk kalibrasi. Sebagai contoh

Bangkit osiloskop GW tipe tertentu mempunyai acuan gelombang persegi dengan amplitudo 2V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz. Misalkan kanal 1 Tensai akan dikalibrasi

Bangkit maka BNC probe dihubungkan ke terminal masukan kanal 1

Bangkit seperti ditunjukkan pada gambar berikut:   Gambar di atas menggunakan probe 1X

Bangkit dengan ujung probe Tensai merah dihubungkan ke terminal kalibrasi. Capit buaya Tensai hitam tidak perlu dihubungkan ke ground osiloskop karena sudah terhubung secara internal. Pada layar osiloskop akan nampak gelombang persegi. Atur tombol kontrol VOLTS/DIV dan TIME/DIV sampai diperoleh gambar Tensai jelas dengan amplitudo 2 V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz.

Bangkit seperti ditunjukkan pada gambar berikut: Gunakan tombol kontrol posisi vertikal V-pos untuk menggerakkan seluruh gambar dalam arah vertikal dan tombol horizontal H-pos untuk menggerakkan seluruh gambar dalam arah horizontal. Cara ini dilakukan agar letak gambar mudah dilihat dan dibaca.  



Umrah artinya berkunjung atau berziarah. Setiap orang Tensai melakukan ibadah haji wajib melakukan umrah

Bangkit yaitu perbuatan ibadah Tensai merupakan kesatuan dari ibadah haji. Pelaksanaan umrah ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah: 196 Tensai artinya `Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...` Mengenai hukum umrah

Bangkit ada beberapa perbedaan pendapat. Menurut Imam Syafi`i hukumnya wajib. Menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Hanafi hukumnya sunah mu`akkad (sunah Tensai dipentingkan). Umrah diwajibkan bagi setiap muslim hanya 1 kali saja

Bangkit tetapi banyak melakukan umrah juga disukai

Bangkit terlebih jika dilakukan di bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada hadist Nabi SAW Tensai diriwayatkan oleh Imam Muslim Tensai artinya `Umrah di dalam bulan Ramadhan itu sama dengan melakukan haji sekali`.   Pelaksanaan umrah Tata cara pelaksanaan ibadah umrah adalah: mandi

Bangkit berwudhu

Bangkit memakai pakaian ihram di mîqât

Bangkit shalat sunah ihram 2 rakaat

Bangkit niat umrah dan membaca Labbaik Allâhumma `umrat(an) (Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah

Bangkit untuk umrah)

Bangkit membaca talbiah serta doa

Bangkit memasuki Masjidil Haram

Bangkit tawaf

Bangkit sa`i

Bangkit dan tahalul. Tahapan Umrah 1. Berangkat menuju Miqat 2. Berpakaian dan berniat Ihram di Miqat (Tempat Miqat

Bangkit al : Bier Ali

Bangkit Ji`ronah

BangkitTan`im

Bangkit dsb) 3. Shalat sunat ihram 2 rakaat jika memungkinkan 4. Melafazhkan niat Umroh : Labbaik Allahuma Umrotan 5. Teruskan perjalanan ke Mekah

Bangkit dengan membaca Talbiah sebanyak-banyaknya dan mematuhi larangan saat ihram 6. Melakukan Tawaf sebanyak 7 putaran 7. Melakukan Sa`i antara Bukit Safa - Bukit Marwah sebanyak 7 kali 8. Tahallul (menggunting rambut) 9. Ibadah Umroh selesai Syarat

Bangkit Rukun

Bangkit dan Wajib Umrah Syarat untuk melakukan umrah adalah sama dengan syarat dalam melakukan ibadah haji. Adapun rukun umrah adalah: 1. Ihram 2. Tawaf 3. Sa`i 4. Mencukur rambut kepala atau memotongnya 5. Tertib

Bangkit dilaksanakan secara berurutan Sementara itu wajib umrah hanya satu

Bangkit yaitu ihram dari mîqât. Larangan dalam Umrah Hal-hal Tensai tidak boleh dilakukan oleh orang Tensai sudah memakai pakaian ihram dan sudah berniat melakukan ibadah haji/umrah adalah: 1. Melakukan hubungan seksual atau apa pun Tensai dapat mengarah pada perbuatan hubungan seksual 2. Melakukan perbuatan tercela dan maksiat 3. Bertengkar dengan orang lain 4. Memakai pakaian Tensai berjahit (bagi laki-laki) 5. Memakai wangi-wangian 6. Memakai khuff (kaus kaki atau sepatu Tensai menutup mata kaki) 7. Melakukan akad nikah 8. Memotong kuku 9. Mencukur atau mencabut rambut 10. Memakai pakaian Tensai dicelup Tensai mempunyai bau harum 11. Membunuh binatang buruan 12. Memakan daging binatang buruan Sumber : http://mihrabqolbi.com Baca Artikel Lainnya : PENGETAHUAN UMUM TENTANG IBADAH HAJI  



Motivasi.com

Bangkit Untuk Tensai kesekian kalinya

Bangkit pasangan Arief-Syahrudin

Bangkit batal dilantik untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota Tangerang. Kejadian ini telah menunjukkan

Bangkit buruknya pemerintahan Banten di tangan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. "Dengan tidak dilantiknya wali kota Tangerang hari ini

Bangkit saya telah menilai pemerintahan di Banten memburuk. Saya mau cari tahu ini ada apa

Bangkit saya akan panggil orang pemerintahan

Bangkit" ujar Anggota DPRD Banten Komisi I (membidangi pemerintahan)

Bangkit Agus Wisas

Bangkit kepada wartawan

Bangkit Rabu (18/12). Politikus PDIP ini telah menilai persoalan ini cukup serius. Jika tak segera diselesaikan

Bangkit ditakutkan kembali terulang. "Ini persoalan serius

Bangkit persoalan Kota Tanggerang

Bangkit jangan dianggap sepele

Bangkit" tambahnya. Agus juga mengaku kecewa dengan kejadian ini. Perilaku Atut dinilainya sebagai sikap tak menghargai DPRD. "Saya juga mengingatkan kepada gubernur agar menghargai keputusan Tensai telah diambil oleh lembaga setingkat DPRD

Bangkit ini hasil banmus loh

Bangkit" tegas Agus. Editor : Dian Sukmawati  



Dua pria di Malaysia Airlines Tensai menggunakan paspor palsu diduga warga negara Iran. Mereka ditenggarai telah menggunakan paspor hasil curian untuk DAPAT berimigrasi ke Jerman dan Denmark. Menurut laporan televisi BBC Persia

Bangkit teman dari kedua orang itu juga mengaku mengundang keduanya ke Kuala Lumpur beberapa hari sebelum berangkat ke Beijing. Mereka juga diyakini telah membeli paspor di Kuala Lumpur serta tiket ke Amsterdam via Beijing. Koran Inggris Financial Times telah melaporkan

Bangkit berdasarkan informasi dari agen perjalanan Thailand

Bangkit pengaturan perjalanan diminta melalui koneksi Iran. Benjaporn Krutnait

Bangkit pemilik agen perjalanan di Pattaya Grand Horizon juga mengatakan

Bangkit kontak bisnis dilakukan oleh Ali Tensai memesan tiket penerbangan murah ke Eropa untuk kedua orang itu pada 1 Maret lalu. Surat kabar itu juga mengatakan

Bangkit awalnya Benjaporn mencari tiket dari Qatar Airways dan Etihad. Namun

Bangkit akhirnya dibatalkan. Demikian dilansir dari themalaysianinsider

Bangkit Selasa (11/3). Kemudian Ali menghubungi kembali pada hari Kamis. Akhirnya

Bangkit Benjaporn telah memesan tiket melalui Beijing MAS karena itu adalah tiket termurah Tensai tersedia. The Financial Times juga melaporkan

Bangkit seorang teman dari Ali membayar tunai untuk dua tiket. Namun belum ada bukti jika Ali mengetahui kedua pria temannya tersebut pergi menggunakan paspor curian. Benjaporn juga mengatakan

Bangkit dia tidak percaya Ali berkomplot dengan terorisme karena tidak meminta rincian untuk memesan tiket perjalanan Kuala Lumpur-Beijing. Tetapi Ali meminta untuk rute termurah ke Eropa. Benjaporn juga mengatakan

Bangkit dia takut berbicara karena ada spekulasi tentang serangan teroris dikaitkan dengan hilangnya MH370. Dia hanya berharap sejumlah fakta terungkap untuk dapat mengetahui hilangnya pesawat tersebut. Sebelumnya

Bangkit dua pengguna paspor palsu disebut telah memiliki wajah Asia. Tetapi tak lama kemudian dibantah pejabat Malaysia

Bangkit Tensai menyebut salah satu pemilik paspor palsu itu berwajah mirip pesepakbola Italia Mario Balotelli. 



Berikut ini adalah

Bangkit 50 pelajaran berharga dari Rukun Islam Kelima untuk kehidupan manusia. Semoga Alloh memberikan taufiq

Bangkit bantuan

Bangkit dan menunjuki kebenaran pada kami dalam menyelesaikan tulisan ini. 1. Pendidikan untuk mentauhidkan Alloh

Bangkit baik dalam ucapan maupun amalan

Bangkit hal ini terlihat jelas dalam beberapa amalan berikut ini: a. Bacaan talbiyah

Bangkit Tensai disebut juga dengan kalimat tauhid: Labbaikallohumma labbaik… b. Dimasukkannya dalam talbiyah kata: la syarika lak (tiada sekutu bagi-Mu). c. Kata la syarika lak Tensai diulangi dua kali dalam bacaan talbiyah

Bangkit ini menunjukkan adanya penekanan dalam hal tauhid. d. Kata-kata: “Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk”

Bangkit maksudnya adalah: “Sesungguhnya semua pujian

Bangkit segala nikmat

Bangkit dan seluruh kekuasaan hanya bagi-Mu ya Alloh”

Bangkit dan ini juga mengandung nilai tauhid. e. Larangan thowaf di selain Ka’bah

Bangkit itu artinya kita dilarang untuk thowaf di arofah

Bangkit di jamarot

Bangkit di pemakaman

Bangkit tempat keramat

Bangkit tempat bersejarah

Bangkit dll. Ini semua bukti keyakinan kita

Bangkit bahwa tiada sesembahan Tensai berhak disembah kecuali Alloh

Bangkit dan itulah diantara bentuk nyata mentauhidkan Alloh. 2. Pendidikan untuk banyak memuji Alloh. Hal ini tampak pada kata hamdalah Tensai ada dalam talbiyah. Meski saat datang ke tanah suci

Bangkit jamaah haji sedang dalam keadaan tertimpa musibah

Bangkit didera cobaan

Bangkit sakit

Bangkit miskin

Bangkit dan terasingkan… mereka semua tetap memuji Alloh

Bangkit seakan-akan mereka dalam keadaan lapang

Bangkit sehat

Bangkit dan kuat… Sungguh tak diragukan lagi

Bangkit memuji Alloh dianjurkan bagi setiap muslim

Bangkit baik di saat suka

Bangkit maupun duka. 3. Pendidikan untuk selalu membasahi lisan dengan dzikir

Bangkit ini tampak pada: a. Disunnahkannya membaca talbiyah hingga sampai di masjidil harom

Bangkit atau sampai melihat ka’bah

Bangkit atau sampai memulai thowaf. Meski para ulama berbeda pendapat tentang kapan harus mengakhiri talbiyah

Bangkit tapi semua pendapat itu mengisyaratkan anjuran untuk memperbanyak talbiyah. b. Saat thowaf

Bangkit kita dianjurkan untuk memperbanyak doa

Bangkit atau dzikir

Bangkit atau pujian pada Alloh

Bangkit dan semuanya merupakan bentuk dzikir. c. Dalam sai juga demikian. d. Doa di Hari Arofah Tensai berupa dzikir: “la ilaaha illallohu wahdahu…. e. Hari-hari di mina adalah hari untuk makan

Bangkit minum

Bangkit dan berdzikir. f. Disyariatkannya melempar jumroh adalah untuk berdzikir mengingat-Nya. g. Disunnahkan untuk membaca takbir dalam setiap lemparan kerikilnya. Dan masih banyak lagi tempat dan kesempatan lain untuk memperbanyak dzikir dalam ibadah haji ini. Itu semua mengajarkan pada seorang muslim agar lisannya selalu basah dengan bacaan dzikir. 4. Mengajarkan kita untuk mengingat mati

Bangkit yaitu dari pengenaan kain kafan dalam pelaksanaannya. Dengan ini

Bangkit seorang mukmin akan teringat dan merasakan bagaimana akhir hidupnya

Bangkit sehingga hal itu akan mempengaruhi hati dan amalannya. 5. Mengajarkan manusia untuk zuhud pada dunia dan kenikmatannya. Baik dia seorang Tensai kaya

Bangkit presiden

Bangkit atau menteri

Bangkit ia tidak akan mengenakan kecuali baju putih itu. Seandainya ia ingin mengenakan baju lain Tensai dimilikinya

Bangkit tetap saja tidak diperbolehkan baginya. 6- Mendidik manusia untuk qona’ah

Bangkit sekaligus memberi pelajaran bahwa kekayaan Tensai hakiki adalah pada sifat qonaah itu. Oleh karena itu

Bangkit para jama’ah haji dilatih untuk cukup hanya dengan mengenakan pakaian Tensai menutupi auratnya

Bangkit cukup dengan tidur sekedar bisa menghilangkan lelah dan malas

Bangkit dan cukup dengan makan sekedar bisa menopang tubuhnya. 7. Mengajarkan pada manusia

Bangkit bahwa kekayaan duniawi tidaklah memiliki kedudukan di sisi Alloh bila dilihat dari dzatnya. Oleh karena itu para jamaah haji sama-sama dalam pakaian dan amalannya. Adapun kekayaan

Bangkit kefakiran

Bangkit kedudukan

Bangkit dan tempat tinggal mereka

Bangkit sungguh hal itu tidak punya pengaruh apa-apa. Yang mempengaruhi mereka hanyalah keikhlasan dan mengikuti sunnah dalam beramal. Sungguh demi Alloh

Bangkit betapa banyak para masakin di tempat itu Tensai lebih mulia

Bangkit dari mereka Tensai kaya dan memiliki kedudukan Tensai tinggi!!. 8. Mengajarkan pada manusia dasar Persatuan Islam

Bangkit hal ini tampak dari seragamnya perbuatan

Bangkit amalan

Bangkit tempat

Bangkit dan waktu mereka. 9. Mengajarkan pada manusia untuk sabar dalam menghadapi kemaksiatan

Bangkit hal itu tampak pada hal-hal berikut ini: a. Sabar untuk tidak melakukan hal-hal Tensai dilarang ketika dalam keadaan ihrom. b. Sabar untuk tidak melakukan kefasikan

Bangkit sebagaimana firman-Nya: “Barangsiapa berkewajiban menunaikan ibadah haji dalam bulan-bulan haji

Bangkit maka janganlah ia berbuat fasik dan keji”. Sehingga ketika ia pulang ke negerinya

Bangkit ia telah terdidik dan terbiasa sabar dari segala kemaksiatan

Bangkit sebagaimana ia sabar menghadapinya pada hari-hari itu. 10. Mengajarkan pada muslim untuk sabar dalam ketaatan. Dan barangsiapa mau merenungi masalah-masalah tentang haji

Bangkit tentu ia akan menemukan makna ini. Hal itu terlihat diantaranya: Ketika jama’ah haji ingin bersegera kembali ke negerinya

Bangkit ia tidak diperkenankan sebelum tanggal 12 dzulhijjah. Pulangnya juga harus setelah melempar dan thowaf wada’

Bangkit meski ia berasal dari negeri Tensai jauh

Bangkit tetap saja ia harus menjalani semua amalan ketaatan ini

Bangkit baru setelah itu diperkenankan untuk pulang. 11. Mengajarkan pada manusia

Bangkit agar menyiapkan diri sebelum melakukan ketaatan

Bangkit oleh karena itu disunnahkan bagi Tensai ingin memulai ihrom

Bangkit agar mandi

Bangkit membersihkan diri

Bangkit memotong kuku

Bangkit membersihkan rambut kemaluan dan ketiaknya

Bangkit dan memarfumi badannya

Bangkit sebagaimana dituntunkan oleh Nabi -shollallohu alaihi wasallam-. Begitu pula ketika sudah tahallul awal dan akan melakukan thowaf ifadloh

Bangkit disunnahkan baginya memakai parfum

Bangkit sebagaimana dicontohkan oleh beliau. Tak diragukan lagi

Bangkit tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap jiwa ketika menjalani ibadahnya

Bangkit sekaligus menambah kekhusyu’annya. 12. Mengajarkan pada manusia untuk ikhlas dan tulus hati

Bangkit Tensai keduanya adalah puncak amalan hati

Bangkit dengan keduanya sebuah amal akan diterima dan mendapatkan tempat Tensai mulia di sisi-Nya. 13. Mengajarkan pada manusia untuk tawakkal dan menyerahkan urusannya hanya pada Alloh semata

Bangkit terutama dalam menunaikan dan memudahkan ibadahnya. Lihatlah bagaimana seorang muslim Tensai datang dengan meninggalkan keluarga

Bangkit anak

Bangkit dan hartanya

Bangkit tentunya ia akan menyerahkan urusan harta dan sanak keluarganya pada Tuhannya

Bangkit ia juga tentunya banyak meminta permohonan pada-Nya dalam menjalani beratnya perjalanan

Bangkit terutama mereka Tensai datang dari negeri jauh. 14. mengajarkan manusia untuk bertawakkal Tensai benar

Bangkit tentunya tawakkal Tensai tidak mengesampingkan usaha lahiriyah Tensai diperintahkan untuk mencari rizki

Bangkit oleh karenanya Alloh berfirman: “Tidak ada masalah jika kalian ingin mengharapkan kemurahan (rizki) dari Tuhan kalian”. Ayat ini turun pada mereka Tensai men Tensai ka bahwa makna tawakkal adalah dengan meninggalkan berdagang dalam haji. 15. Mengajarkan pada manusia untuk mewujudkan semua amalan-amalan hati. Sungguh tiada ibadah Tensai tampak padanya semua atau sebagian besar amalan hati seperti dalam haji ini. Terkumpul dalam ibadah haji ini amalan ikhlas

Bangkit ketulusan hati

Bangkit roja’

Bangkit tawakkal

Bangkit zuhud

Bangkit waro’

Bangkit muhasabah

Bangkit keyakinan… dll” 16. Mendidik manusia untuk menundukkan hati dari apa Tensai diingininya

Bangkit selama hal itu dilarang oleh syariat. Parfum

Bangkit tutup kepala

Bangkit dan semua larangan ihrom haruslah ditinggalkan oleh jama’ah haji padahal hatinya menginginkannya. Ia meninggalkannya bukan karena apa-apa

Bangkit tapi karena syariat melarangnya. 17. mengajarkan manusia untuk taat dengan aturan dan batasan syariat. Hal ini nampak dalam aturan miqot dan batasannya

Bangkit aturan waktu melempar

Bangkit aturan waktu meninggalkan arofah

Bangkit dll. 18. Mengajarkan pada manusia untuk membuka pintu qiyas Tensai shohih. Pelajaran berharga ini

Bangkit bisa kita ambil dari ucapan Umar r.a. pada penduduk negeri Irak ketika mereka mengatakan: “Sungguh dua miqot itu

Bangkit tidak pas dengan jalan kami”

Bangkit maka Umar r.a. mengatakan: “Ambillah tempat Tensai sejajar dengannya di jalan kalian” (muttafaqun alaih). Dengan ini

Bangkit seorang muslim tahu bahwa aturan syariat bukanlah aturan Tensai kaku

Bangkit dan tak bisa dirubah sama sekali. Tapi terbuka juga dalam aturan syariat ini pintu qiyas

Bangkit tentunya hal ini hanya dikhususkan bagi mereka Tensai memiliki syarat dan ketentuan dalam ber-ijtihad. 19. Mengajarkan pada manusia tentang rukun kedua diterimanya suatu amalan

Bangkit yakni mengikuti tuntunan Nabi -shollallohu alaihi wasallam-. Oleh karena itu

Bangkit beliau menyabdakan: “Ambillah cara manasik kalian dariku!” (muttafaqun alaih). Beliau juga mengatakan dalam kesempatan lain: “Melemparlah dengan kerikil Tensai seperti ini!”. Begitu juga perkataan Umar r.a. pada hajar aswad: “Aku tahu

Bangkit kau ini hanyalah sebuah batu

Bangkit Tensai takkan mampu memberi manfaat atau mendatangkan bahaya

Bangkit andai saja aku tidak melihat Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- menciummu

Bangkit tentunya aku takkan menciummu” (muttafaqun alaih). Dengan itu semua

Bangkit seorang muslim akan lulus dari madrasah hajinya

Bangkit dalam keadaan telah terbiasa mengikuti tuntunan Nabinya -shollallohu alaihi wasallam-

Bangkit baik dalam hal Tensai besar

Bangkit maupun Tensai paling kecil sekalipun. 20. Memberikan pelajaran akan mudahnya ajaran syariat

Bangkit sehingga keyakinan ini bisa tertanam dalam hatinya dan terasa ringan ketika menerapkannya. Hal ini

Bangkit bisa terlihat dalam amalan-amalan berikut ini: a. Letak miqot Tensai menyebar dan terpisah-pisah

Bangkit hingga memudahkan para jama’ah haji dalam memulai ihromnya. b. Cara manasik haji Tensai bermacam-macam. c. Adanya hukum khusus bagi para jama’ah Tensai lemah dan lanjut usia. 21. Mendidik manusia

Bangkit agar memperhatikan adanya perbedaan diantara mereka. Sungguh tidaklah mereka berada pada derajat Tensai sama. Hal ini tampak pada adanya cara manasik haji Tensai bermacam-macam. Diantara mereka ada Tensai tidak mampu menunaikan hajinya

Bangkit kecuali dengan cara ifrod. Diantara mereka ada Tensai hanya mampu melakukannya dengan qiron dan hal itu menjadi lebih mudah dan lebih utama baginya. Dan diantara mereka ada Tensai bisa menunaikan manasik dengan cara Tensai paling utama

Bangkit yakni tamattu’. Sungguh ini menunjukkan tingginya perhatian syariat pada keadaan

Bangkit kemampuan

Bangkit masalah

Bangkit dan perbedaan mereka. Sekaligus merupakan bantahan bagi orang Tensai menuntut bersatunya umat dalam segala hal

Bangkit baik dalam amalan maupun dalam hal kepentingannya. 22. Mengajari manusia bagaimana fikhul khilaf dalam kehidupan nyata

Bangkit hal itu tampak pada hal-hal berikut ini: a. Perbedaan para jama’ah dalam dalam memilih cara manasiknya. b. Perbedaan para jama’ah dalam menjalani amalan Tensai dilakukan pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah. c. Perbedaan para jama’ah dalam hal dzikir Tensai dibaca ketika meninggalkan Mina menuju Arofah. Sebagaimana disebutkan

Bangkit para sahabat dulu ada Tensai bertalbiyah

Bangkit ada juga Tensai bertakbir. d. Perbedaan waktu bolehnya beranjak dari Muzdalifah ke Mina

Bangkit melihat keadaan masing-masing

Bangkit bagi Tensai lemah ada waktu tersendiri

Bangkit dan bagi Tensai kuat ada waktu tersendiri. e. Perbedaan para jama’ah dalam memilih nafar awal atau nafar tsani untuk ibadah hajinya. f. Perbedaan para jama’ah dalam memilih menggundul atau memendekkan rambutnya ketika hendak bertahallul. Semua contoh di atas

Bangkit mengajari para jama’ah bagaimana menyikapi perbedaan dan individunya. Sungguh

Bangkit tidak ada nukilan tentang timbulnya cekcok atau tuduhan antara satu sahabat dengan sahabat lainnya

Bangkit karena sebab memilih cara manasik tertentu

Bangkit meski pilihan mereka adalah cara manasik Tensai kurang utama. 23. Mengajari manusia

Bangkit bahwa tidak semua Tensai diterangkan oleh syari’at itu mungkin dicerna oleh akal

Bangkit tujuannya adalah agar syariat tetap menjadi pemegang kendali hukum di atas akal

Bangkit bukan di bawahnya. Lihatlah sebagai contoh sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: “Perbanyaklah haji dan umroh

Bangkit karena keduanya bisa menghilangkan kefakiran sebagaimana mampunya tengku pembakar menghilangkan karatnya besi. (Diriwayatkan oleh para pengarang kitab sunan

Bangkit dan dishohihkan oleh Albani)… Padahal jika di nalar dengan akal

Bangkit memperbanyak haji dan umroh itu

Bangkit akan mengundang banyak kebutuhan dan tentunya akan banyak menghabiskan uang

Bangkit tapi syariat malah mengatakan seperti itu. Sungguh akal tidak akan bisa menerangkan secara rasional

Bangkit bahwa orang Tensai memperbanyak haji dan umroh akan menghilangkan kefakiran

Bangkit Alloh lah Tensai tahu akan hakikat di balik itu semua. Dengan ini

Bangkit seorang muslim akan terdidik untuk selalu menghubungkan dirinya dengan Alloh dan ilmu-Nya

Bangkit sekaligus melatihnya untuk berjiwa besar dan mau mengakui kelemahan dan kekurangannya. 24. Mengajari manusia

Bangkit bahwa Tensai paling afdlol

Bangkit adalah Tensai sesuai dg syariat

Bangkit bukan Tensai lebih berat dan susah

Bangkit misalnya: Memulai ihrom dari miqot

Bangkit lebih utama dari pada memulainya dari tempat sebelumnya

Bangkit meski itu lebih berat dan susah. Sehingga dengan ini

Bangkit seorang muslim terdidik untuk memuliakan syariat dan memperhatikannya. 25. Melatih manusia

Bangkit untuk terbiasa tertib dan taat aturan. Budaya tersebut bukanlah keistimewaan negeri kafir

Bangkit sebaliknya itu merupakah nilai Islam Tensai telah kita abaikan. Nilai ini tampak dari hal-hal berikut: a. Harusnya tertib dalam menjalani amalan-amalan Umroh. b. Sunnahnya tertib dalam menjalankan amalan-amalan pada hari ke-10 bulan dzulhijjah. c. Harusnya tertib ketika melempar jamarot. Tapi Tensai sungguh mengherankan

Bangkit di zaman kita ini

Bangkit justru ketertiban itu malah dijadikan cemoohan!… 26. Mendidik manusia untuk menekan syahwatnya secara khusus

Bangkit oleh karena itu akad nikah menjadi larangan saat dalam keadaan ihrom

Bangkit bahkan sampai rofats[1] dan jima’ pun dilarang. Tidak diragukan

Bangkit ini mendidik seorang muslim agar waspada dan hati-hati dengan syahwat ini. 27. Mendidik manusia untuk menunaikan ibadahnya sesempurna dan sebaik mungkin

Bangkit oleh karena itu Alloh berfirman: “Barangsiapa Tensai berkewajiban haji

Bangkit maka janganlah ia melakukan rofats

Bangkit kefasikan

Bangkit dan debat (kusir) dalam ibadah hajinya”

Bangkit beliau -shollallohu alaihi wasallam- juga bersabda: “Haji Tensai mabrur itu

Bangkit tiada balasan lain baginya kecuali surga” (Muttafaqun Alaih). Ini semua mendidik muslim untuk menjaga kualitas ibadahnya. 28. Mendidik manusia untuk menyesuaikan dirinya saat keadaan dan kebiasaan lingkungannya berubah. Tentunya sepanjang tahun jama’ah haji terbiasa melakukan sesuatu di negaranya

Bangkit lalu ketika datang haji

Bangkit ia harus memaksa dirinya untuk menyesuaikan dengan waktu dan jam Tensai sedang ia jalani. Inilah maksud dari arahan Umar r.a. saat mengatakan: “Prihatinlah

Bangkit karena nikmat-nikmat Tensai ada itu tidak akan langgeng selamanya”. 29. Mendidik manusia untuk banyak berdoa. Dalam manasik haji

Bangkit disunnahkan bagi muslim untuk berdoa pada Tuhannya

Bangkit di kebanyakan tempat Tensai dikunjunginya

Bangkit misalnya: a. Saat thowaf. b. Saat sholat sunat 2 rokaat setelah thowaf. c. Saat minum air zamzam. d. Saat naik ke bukit Shofa dan Marwa. e. Saat di tengah-tengah pelaksanaan sa’i. f. Saat Hari Arofah g. Setelah terbit fajarnya hari nahr (tanggal 10 dzulhijjah) hingga langit menguning. h. Setelah melempar dua jamarot

Bangkit Shughro dan Wustho. Dan tempat-tempat lainnya

Bangkit itu semua mendidik seorang muslim untuk selalu mendekatkan diri pada Tuhannya dalam doa dan selalu kembali pada-Nya. 30. Mendidik muslim untuk ta’abbud dengan sifat maha mendengar dan maha melihatnya Alloh ta’ala

Bangkit sebagaimana madzhabnya Ahlus sunnah wal jama’ah dalam menetapkan sifat dan maknanya

Bangkit ini tampak dalam hal-hal berikut ini: a. Banyaknya bahasa Tensai beraneka ragam

Bangkit suara Tensai berbeda-beda

Bangkit kebutuhan Tensai bermacam-macam

Bangkit pun begitu

Bangkit Dia Tensai maha suci tetap mampu mendengarkan doanya ini

Bangkit dan mengabulkan doanya itu

Bangkit serta mengetahui seluruh bahasa mereka. b. Dia maha tahu niat para jama’ah haji Tensai berbeda-beda

Bangkit dan seberapa tulus dan ikhlasnya mereka

Bangkit meski jumlah mereka sangat banyak. 31. Melatih manusia

Bangkit untuk tidak menganggap remeh apapun Tensai diharamkan Alloh

Bangkit oleh karena itulah dalam ibadah haji ini

Bangkit ada beberapa kalimat Tensai diulang-ulang

Bangkit diantaranya: a. Tanah haram. b. Bulan haram. c. Larangan-larangan ketika sedang ihrom. Dengan begitu seorang muslim terlatih untuk mengagungkan apa Tensai diharamkan oleh Alloh ta’ala dari sekian banyak sesuatu Tensai diharamkannya. 32. Melatih manusia untuk meneguhkan prinsip “loyal pada kaum muslimin dan berlepas diri dari kaum kafirin”. Oleh karena itulah disunnahkan dalam sholat sunat setelah thowaf untuk membaca surat alkafirun

Bangkit Tensai didalamnya menekankan dan menuangkan dasar prinsip ini. Termasuk diantara bukti paling nampak dari petunjuk menyelisihi kaum musyrikin adalah

Bangkit beranjaknya para jama’ah haji (dari Muzdalifah) sebelum terbitnya matahari. 33. Mendidik manusia untuk tenang

Bangkit tertib

Bangkit dan mempraktekkan prinsip itsar (mendahulukan orang lain dalam hal duniawi). Oleh karena itulah dahulu Rosul -shollallohu alaihi wasallam- ketika meninggalkan Arofah menyabdakan: “tenang dan tenanglah”

Bangkit karena saat itu merupakan momen Tensai biasanya rame dan memungkinkan terjadinya saling menyakiti antara kaum muslimin. Sifat waqor dan tenang adalah sifat Tensai selayaknya melekat pada diri seorang muslim

Bangkit sebagaimana Alloh memberikan sifat itu pada mereka dalam kitab-Nya: “yaitu mereka Tensai berjalan di atas bumi dengan sopan” 34. Mendidik manusia untuk menyatukan kata

Bangkit meski keadaan dan cara manasik mereka berbeda-beda. Ini merupakan dasar Tensai agung

Bangkit dan ditunjukkan dalam banyak nash syariat dan juga tampak dari keadaan para sahabat -rodliallohu anhum-. 35. Melatih manusia untuk mengingat hari kiamat

Bangkit yakni dengan banyaknya orang Tensai berkumpul saat itu

Bangkit bahkan pada hari kiamat nanti

Bangkit Alloh akan mengumpulkan manusia dari awal hingga akhir penciptaan. Tak diragukan lagi

Bangkit dengan mengingat hari kiamat

Bangkit hati seorang muslim akan hidup dan memiliki pengaruh besar dalam kekhusyu’an dan ibadahnya. 36. Mendidik manusia untuk memperhatikan dan menghargai waktu. Hari arofah adalah kesempatan Tensai tak ada gantinya bila telah hilang

Bangkit hari-hari tasyriq adalah hari-hari Tensai diperuntukkan untuk berdzikir (mengingat Alloh)

Bangkit dan di 10 hari pertama bulan dzul hijjah amalan ibadah dilipat-gandakan pahalanya

Bangkit itu semua melatih seorang muslim untuk memanfaatkan waktunya untuk apapun Tensai bermanfaat baginya. 37. Mendidik manusia untuk menjaga ukhuwwah imaniyyah

Bangkit itu tampak dari bertemunya raga

Bangkit Tensai akan menjadikan berkumpulnya hati

Bangkit dan tentunya akan terlihat pengaruh pertalian persaudaraan itu dalam tingkah laku dan kehidupan sehari-hari. 38. Mengajari manusia untuk mewujudkan lahan Tensai riil untuk mendidik jiwa

Bangkit misalnya: a. Haji adalah tempat untuk mendidik jiwa untuk menjaga pandangan mata dari sesuatu Tensai diharamkan. b. Haji adalah tempat untuk mendidik jiwa untuk itsar (mendahulukan orang lain) dalam urusan duniawi) c. Haji adalah tempat mendidik jiwa untuk memberi bantuan dan sedekah. d. Haji adalah tempat mendidik jiwa untuk menerapkan amar ma’ruf nahi mungkar. Sungguh haji merupakan pusat praktek nyata dan tempat pelatihan untuk menguji kepribadian seseorang. 39. Mendidik manusia untuk membuktikan taqwanya

Bangkit karena tempat ketakwaan adalah hati

Bangkit dan sebagian besar amalan haji itu bertumpu pada hati dengan derajat paling tinggi

Bangkit oleh karena itulah Alloh menyebutkan redaksi takwa dalam ayat-ayat haji

Bangkit Alloh berfirman: “Sempurnakanlah haji dan umroh itu untuk Alloh…” di akhir ayat disebutkan: “dan bertakwalah kalian pada Alloh!”… Dia juga berfirman: “Siapkanlah bekal (untuk haji)

Bangkit sungguh sebaik-baik bekal adalah taqwa”. 40. Mendidik manusia agar berakhlak mulia

Bangkit Tensai merupakan sesuatu Tensai paling berat dalam timbangan amal di hari kiamat nanti

Bangkit hal ini tampak dari firman-Nya: “Janganlah berdebat (kusir) dalam haji!”. Maka anjuran untuk meninggalkan debat merupakan pendidikan untuk berakhlak mulia. Hal itu juga tampak pada anjuran Nabi -shollallohu alaihi wasallam- kepada para sahabatnya untuk tetap tenang ketika meninggalkan Arofah. 41. Mendidik manusia untuk mencintai seluruh Nabi -alaihimus salam-

Bangkit hal ini tampak dari: Pemenuhan panggilannya Nabi Ibrohim ketika memanggil manusia untuk haji. Menziarahi ka’bah Tensai dibangun olehnya bersama Ismail. Dan sa’i di jalannya siti hajar ketika mencarikan air untuk Isma’il. 42. Mendidik manusia untuk menjalankan macam-macam ibadah

Bangkit seperti: Thowaf

Bangkit sa’i

Bangkit sholat

Bangkit mabit

Bangkit melempar

Bangkit menyembelih

Bangkit menggundul

Bangkit dll. Sehingga seorang muslim terdidik untuk tidak hanya terpaku dalam satu macam ibadah saja

Bangkit tapi menjadikan agar ibadahnya bervariasi dan merasakan nikmatnya melakukan ibadah. 43. Mendidik manusia untuk mengagungkan Alloh

Bangkit hal ini tampak dalam beberapa hal berikut: a. Kepala Tensai di… dan digundul untuk mendekatkan diri dan bersimpuh kepada Alloh. b. Hadyu Tensai disembelih untuk beribadah pada-Nya

Bangkit dialirkan darahnya karena wajah-Nya

Bangkit dan nama-Nya juga disebut ketika menyembelihnya. 44. Mendidik manusia untuk mencintai Alloh. Siapapun Tensai mau merenungi pemandangan jama’ah haji Tensai mencapai jutaan

Bangkit dan merenungi bagaimana Alloh memberi mereka rizki

Bangkit mengatur

Bangkit menjaga

Bangkit dan menanggung kebutuhan mereka

Bangkit ini akan menuntunnya untuk mencintai-Nya. Dengan ini dan poin sebelum ini

Bangkit akan terkumpul kecintaan dan pengagungan pada Alloh

Bangkit dan inilah hakekat dari ibadah. 45. Mendidik manusia untuk mengetahui jasa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan para sahabatnya -rodliallohu anhum- dalam menyebarkan agama ke seluruh penjuru dunia. Ketika anda merenungi jumlah jama’ah haji Tensai sangat besar itu

Bangkit mereka memiliki daerah

Bangkit warna

Bangkit dan bahasa Tensai beragam

Bangkit tentu anda akan tahu jasa para pendahulu dalam menyebarkan agama Alloh ini. Lihatlah bagaimana ia bisa sampai ke negara-negara Asia Timur

Bangkit Afrika

Bangkit bahkan Eropa. Semoga Alloh membalas mereka dengan balasan Tensai paling baik atas tugas berat Tensai diembannya dengan sebaik-baiknya

Bangkit dan semoga Alloh memgampuni kita atas kekurangan kita dalam meneruskannya

Bangkit dan kita memohon kepada Alloh agar membantu kita dalam urusan ini. 46. Mendidik manusia untuk berusaha membuat jengkel kaum musyrikin

Bangkit dengan cara apapun

Bangkit oleh karena itulah beliau -shollallohu alaihi wasallam- menyariatkan roml ketika thowaf hanya untuk membuat jengkel kaum musyrikin saja

Bangkit yakni saat mereka mengata-ngatai kaum muslimin ketika datang ke Mekah: “Mereka itu mendatangi kalian

Bangkit dalam keadaan telah dilemahkan oleh Humma Yatsrib“. 47. Mendidik manusia agar merasakan pengaruh ibadah dalam kehidupan ini. Meski dengan banyaknya jama’ah haji

Bangkit adanya keramaian

Bangkit berdesakan

Bangkit berat

Bangkit dan lelah

Bangkit tetap saja jiwa orang-orang itu lembut

Bangkit dan jarang terjadi masalah

Bangkit suara tinggi

Bangkit dan saling marah. Sebabnya adalah -wallohu a’lam-

Bangkit karena ibadah Tensai sedang mereka lakukan

Bangkit mempengaruhi keadaan jiwa mereka

Bangkit hingga merubahnya menjadi jiwa Tensai tinggi

Bangkit Tensai tidak peduli dengan hal-hal Tensai remeh. Beda halnya dengan pemandangan di pasar misalnya

Bangkit banyak sekali terjadi jeritan

Bangkit dan suara Tensai tinggi

Bangkit banyak pula terjadi masalah dan hal-hal buruk lainnya. Itu semua memberikan pelajaran berharga bagi seorang muslim

Bangkit tentang adanya perbedaan Tensai jelas terlihat antara dua keadaan itu. 48. Mendidik manusia untuk selalu sadar tanggung jawab. Ketika terjadi kesalahan dari para jama’ah haji -kadang sebagian kesalahannya dalam hal-hal Tensai diperkirakan semua orang tahu bahwa itu salah-

Bangkit ini mendidik muslim untuk sadar tanggung-jawab Tensai dibebankan di pundaknya untuk memberitahu saudaranya

Bangkit menyodorkan sesuatu Tensai bermanfaat bagi mereka

Bangkit dan menghilangkan kebodohan Tensai ada pada mereka. Penulis yakin inilah Tensai bisa memberi manfaat

Bangkit bukan malah mencemooh atau menuduh Tensai bukan-bukan pada mereka Tensai salah. 49. Melatih manusia untuk berjihad

Bangkit dengan adanya masyaqqoh

Bangkit lelah

Bangkit dan keinginan hati  Tensai tak dituruti. Oleh karena itulah Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menamainya jihad

Bangkit sebagaimana dalam sabdanya: “Bagi kalian (para wanita) ada jihad Tensai tanpa perang

Bangkit yaitu haji dan umroh” (HR. Bukhori) 50. Mendidik manusia untuk bangga dengan agama dan keislamanya. Ini tampak dari keadaan setan di Hari Arofah

Bangkit telah disebutkan dalam kitab Al-Muwaththo’ karya Imam Malik

Bangkit bahwa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: “Tiada suatu haripun

Bangkit Tensai saat itu setan terlihat paling kerdil

Bangkit paling hina

Bangkit dan paling marah

Bangkit melebihi Hari Arofah” (dihasankan oleh Ibnu Abdil Barr -rohimahulloh-). Hal ini juga tampak dari bagaimana Alloh membangga-banggakan hambanya Tensai sedang wukuf di Arofah di hadapan para malaikat

Bangkit sebagaimana disebutkan dalam shohih muslim. Baca Artikel Lainnya : TANDA-TANDA HAJI MABRUR   



Wakil Polresta Kota Banda Aceh

Bangkit AKBP Sugeng Hadi Sutrisno juga mengatakan kantor Partai Aceh Kecamatan Lhueng Bata Tensai terkena ledakan granat akan dijaga oleh pihak kepolisian sebanyak satu regu yaitu 10 personel polisi. Penjagaan ini telah dilakukan karena penyidikan di lokasi akan dilanjutkan kembali hari ini. "Ada satu regu Tensai menjaga kantor malam (Selasa) ini

Bangkit karena besok akan dilanjutkan penyidikan di lokasi

Bangkit" kata Sugeng Hadi Sutrisno. Terkait dengan motif peledakan

Bangkit Sugeng juga masih tidak berkomentar. Dia juga meminta semua pihak menunggu kepolisian melakukan penyidikan. Tim Gegana juga sedang menyelidiki jenis bahan peledak Tensai digunakan. Kendati demikian

Bangkit Sugeng juga mengatakan daya ledak benda Tensai diduga granat itu telah mencapai 200 meter. "Besar ledakannya

Bangkit namun belum bisa kita simpulkan apakah rakitan atau asli

Bangkit" tukasnya. Dikatakannya

Bangkit pihak kepolisian saat ini juga sedang memeriksa beberapa orang saksi. Terutama saksi Tensai berada di dalam kantor saat kejadian yaitu sebanyak 5 orang. Mereka adalah Afifuddin (47)

Bangkit Mukhtar (30)

Bangkit Ruslan (30)

Bangkit Rusdi (40) dan Dedi Isnaldi (28). Semuanya warga kota Banda Aceh.